TERITORIAL24.COM, BLITAR — Upaya pencarian intensif selama tiga hari akhirnya membuahkan hasil. Tim gabungan berhasil menemukan Isnaini, warga Desa Dawuhan, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah terseret arus Sungai Brantas.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di wilayah aliran sungai Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.
Penemuan jasad korban bermula dari laporan warga yang melihat sesosok jenazah mengapung di sekitar Sungai Brantas dekat Jembatan Kademangan pada pagi hari.
Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti oleh tim SAR gabungan yang sejak awal melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar, Wahyudi, mengatakan derasnya arus Sungai Brantas sempat membuat posisi jenazah berpindah sebelum akhirnya berhasil ditemukan dan dievakuasi petugas.
“Saat petugas melakukan pengecekan, posisi jenazah telah berpindah mengikuti arus sungai. Jasad korban akhirnya berhasil ditemukan di bawah Jembatan Kereta Api Nguri, Desa Selokajang, Kecamatan Srengat,” ujarnya.
Berdasarkan ciri-ciri fisik dan identifikasi awal di lapangan, petugas memastikan jenazah tersebut adalah Isnaini, korban yang dilaporkan hanyut pada Senin lalu di kawasan Kedung Ketek, Desa Jegu.
Lokasi penemuan korban diperkirakan berjarak belasan kilometer dari titik awal korban terseret arus. Kondisi ini menunjukkan kuatnya debit dan arus Sungai Brantas dalam beberapa hari terakhir.
Komandan Tim Basarnas Malang Raya, Imam Nahrowi, menjelaskan bahwa selama operasi pencarian, tim gabungan melakukan penyisiran menggunakan perahu karet di sejumlah titik rawan sepanjang aliran sungai.
Saat pertama kali ditemukan, korban berada di tepian sungai dalam posisi tengkurap.
Proses evakuasi jasad korban berlangsung cukup dramatis. Tim SAR gabungan menghadapi tantangan berat akibat derasnya arus sungai serta kedalaman air di lokasi penemuan.
Meski demikian, berkat koordinasi dan kesiapsiagaan petugas, jenazah akhirnya berhasil dievakuasi ke darat dengan aman.












