TERITORIAL24.COM, SERDANG BEDAGAI – Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H. Darma Wijaya mengingatkan pentingnya data yang akurat sebagai dasar penyusunan program pembangunan desa.
Menurutnya, anggaran yang digelontorkan pemerintah harus benar-benar menyasar kebutuhan masyarakat, bukan sekadar berdasarkan asumsi.
Pesan itu disampaikan Darma Wijaya saat membuka kegiatan Pemutakhiran Indeks Desa Tahun 2026 Provinsi Sumatera Utara di Aula Sultan Serdang, Kompleks Kantor Bupati Sergai, Sei Rampah, Selasa (9/6/2026).
Bupati yang akrab disapa Bang Wiwik itu menegaskan, data yang valid menjadi salah satu kunci utama agar pembangunan desa berjalan berkelanjutan dan tepat sasaran.
“Setiap anggaran yang ada harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat dengan mengutamakan program-program prioritas yang didukung oleh data yang valid,” kata Darma Wijaya.
Menurutnya, desa tidak cukup hanya menjalankan program, tetapi juga harus memastikan data yang dimiliki selalu diperbarui dan sesuai dengan kondisi di lapangan.
Sebab, kualitas data akan sangat menentukan arah kebijakan pemerintah ke depan.
“Setiap desa harus memiliki data yang baik dan terukur karena data menjadi salah satu kunci utama dalam pembangunan desa yang berkelanjutan,” ujarnya.
Bang Wiwik menjelaskan, pelaksanaan pembangunan maupun penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan skala prioritas dan kondisi masyarakat di masing-masing wilayah.
Karena itu, data yang akurat dinilai menjadi fondasi penting dalam menentukan program yang paling dibutuhkan warga.
Selain menyoroti pentingnya pembangunan berbasis data, ia juga mengajak para camat, kepala desa, dan lurah untuk menghidupkan kembali budaya gotong royong di tengah masyarakat.
Pengaktifan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) hingga pengelolaan sampah rumah tangga menjadi perhatian yang turut disampaikan.
“Saya mengajak seluruh camat, kepala desa, dan lurah untuk menggerakkan kembali budaya gotong royong, mengaktifkan Siskamling, serta mendorong masyarakat membuat lubang sampah di belakang rumah guna menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman,” katanya.












