Blitar Raya

Larung Sesaji Pantai Tambakrejo Blitar 2026, Warisan Budaya Nelayan yang Terus Lestari

59
×

Larung Sesaji Pantai Tambakrejo Blitar 2026, Warisan Budaya Nelayan yang Terus Lestari

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, BLITAR – Tradisi Larung Sesaji yang digelar masyarakat pesisir Pantai Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar, berlangsung khidmat dan meriah pada Kamis (18/6/2026).

Kegiatan tahunan yang telah diwariskan secara turun-temurun ini menjadi wujud pelestarian budaya masyarakat nelayan sekaligus daya tarik wisata unggulan di wilayah pesisir selatan Kabupaten Blitar.

Prosesi larung sesaji diawali dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil laut yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat nelayan.

Setelah itu, sesaji yang telah dipersiapkan dibawa menggunakan perahu menuju tengah laut untuk dilarungkan.

Ritual tersebut menjadi simbol penghormatan kepada alam serta harapan akan keselamatan, kesejahteraan, dan keberkahan bagi para nelayan dalam menjalankan aktivitas melaut.

Kepala Desa Tambakrejo Surani menegaskan bahwa tradisi larung sesaji memiliki nilai sejarah dan kearifan lokal yang sangat penting untuk terus dijaga keberlangsungannya.

“Tradisi Larung Sesaji merupakan salah satu warisan budaya yang perlu terus dilestarikan karena memiliki nilai sejarah, kearifan lokal, serta potensi untuk mendukung sektor pariwisata daerah,” ujarnya.

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Dinas Pariwisata Kabupaten Blitar, jajaran Forkopimcam Wonotirto, anggota Polsek Wonotirto, Kapolsek Wonotirto Heri Purnomo Yulianto, SH., MH., Koramil 0808/Wonotirto, Satpolairud, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta ratusan warga dan wisatawan yang memadati kawasan Pantai Tambakrejo.

Untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar, Polsek Wonotirto bersama Satpolairud dan Koramil 0808/Wonotirto melakukan pengamanan di area pantai maupun jalur lalu lintas menuju lokasi wisata.

Kapolsek Wonotirto Heri Purnomo Yulianto, SH., MH., melalui jajarannya juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga ketertiban dan mematuhi arahan petugas selama mengikuti seluruh rangkaian acara.

Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya warga yang hadir untuk menyaksikan prosesi budaya tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *