Sumatera Utara

Hari Bhayangkara ke-80: Ketika Penggali Kubur, Bilal Mayit, dan Tukang Becak Jadi Tamu Kehormatan Polda Sumut

85
×

Hari Bhayangkara ke-80: Ketika Penggali Kubur, Bilal Mayit, dan Tukang Becak Jadi Tamu Kehormatan Polda Sumut

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN – Perayaan ulang tahun institusi negara biasanya identik dengan upacara, seremoni, atau potong tumpeng. Namun, ada cara lain untuk merayakannya: mengingat orang-orang yang setiap hari bekerja dalam diam.

Itulah yang dilakukan Polda Sumatera Utara pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Lewat Direktorat Binmas, sebanyak 150 karung beras dibagikan kepada kelompok masyarakat yang selama ini menjadi penyangga kehidupan sosial, tetapi jarang mendapat sorotan.

Lokasi kegiatannya sederhana, di area parkir belakang Mapolda Sumut, Rabu (1/7/2026). Namun daftar penerima bantuannya cukup menarik.

Ada bilal mayit, penggali kubur, tukang becak bermotor, tukang becak dayung, petugas kebersihan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), hingga para penyapu jalan.

Masing-masing menerima bantuan sesuai kuota yang telah disiapkan. Sebanyak 25 karung beras diberikan kepada bilal mayit, 25 kepada penggali kubur, 25 kepada pengemudi becak bermotor, 25 kepada pengemudi becak dayung, 20 kepada petugas cleaning service UINSU, dan 30 kepada penyapu jalan.

Kalau dipikir-pikir, profesi-profesi ini memang punya satu kesamaan: keberadaannya sering baru terasa ketika mereka tidak ada.

Penggali kubur hadir di saat keluarga sedang berduka. Bilal mayit mengurus jenazah dengan penuh keikhlasan.

Penyapu jalan bekerja sejak pagi buta agar kota tetap bersih. Tukang becak mengantar penumpang tanpa banyak mengeluh, sementara petugas kebersihan memastikan lingkungan tetap nyaman digunakan.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Ferry Walintukan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari semangat Hari Bhayangkara yang tidak hanya berisi refleksi bagi institusi Polri, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat sedikit meringankan kebutuhan para penerima yang selama ini telah memberikan kontribusi besar bagi kehidupan sosial.

Lebih dari sekadar membagikan beras, kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial tidak selalu harus diwujudkan dalam program besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *