TERITORIAL24.COM,KAMPAR – Pelantikan Pembina Bina Pribadi Islami (BPI) Hayfalah International Islamic Boarding School (IIBS) Riau menjadi momentum penting dalam memperkuat sistem pembinaan karakter di lingkungan pesantren.
Kegiatan yang dirangkaikan dengan Kuliah Umum BPI ini menegaskan komitmen Hayfalah untuk membangun generasi yang berlandaskan iman, takwa, dan akhlak mulia.
Kuliah umum bertema “Agent of Change: Youth for Ummah” menghadirkan tokoh BPI JSIT Riau, Ust. M. Taufiq, S.Ag., sebagai narasumber utama.
Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa kepemimpinan dalam lembaga pendidikan Islam tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan manajerial, tetapi harus dibangun di atas fondasi iman, takwa, dan akhlak yang kokoh.
Menurutnya, setiap amanah kepemimpinan merupakan bentuk ibadah yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Karena itu, setiap kebijakan, program, dan langkah organisasi harus berorientasi pada kemaslahatan umat serta dijalankan dengan penuh keikhlasan.
“Kepemimpinan yang kokoh lahir dari hati yang dipenuhi iman dan takwa. Ketika nilai-nilai tersebut menjadi landasan, setiap program kerja dan sinergi yang dibangun akan menghadirkan keberkahan serta memberikan manfaat nyata bagi umat,” ujar Ust. M. Taufiq, Jumat(24/7/2026)
Ia menjelaskan, pesan tersebut selaras dengan visi tarbiyah Hayfalah yang mengedepankan pembentukan adab dan akhlak sebelum penguasaan ilmu.
Proses pembinaan, katanya, tidak cukup dilakukan melalui penyampaian materi semata, tetapi juga harus diwujudkan melalui keteladanan, kedekatan emosional, serta pendampingan yang berkesinambungan agar mampu membentuk karakter peserta didik secara utuh.
Selain itu, Ust. M. Taufiq mengajak seluruh Pembina BPI, guru, dan tenaga kependidikan untuk menjaga integritas, memperkuat ukhuwah, serta menjadikan BPI sebagai instrumen pembinaan yang melahirkan generasi muslim yang amanah, berilmu, dan berakhlak mulia.
Pelantikan Pembina BPI ini menjadi bagian dari komitmen Hayfalah International Islamic Boarding School (IIBS) Riau dalam memperkuat budaya tarbiyah di lingkungan pesantren.












