MEDAN I TERITORIAL24.COM – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meminta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan bekerja lebih terukur dalam mengoptimalkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor pajak daerah.
Hal itu disampaikan Rico Waas saat memimpin Rapat Evaluasi Penerimaan Pajak Daerah Tahun 2026 di Balai Kota Medan, Rabu (7/10/2026).
Dalam rapat evaluasi triwulan ketiga tersebut, Rico menekankan agar jajaran Bapenda tidak bekerja dengan pola rutin, tetapi harus lebih agresif, terukur, dan berorientasi pada penyelesaian masalah.
Menurutnya, optimalisasi penerimaan pajak daerah memiliki kaitan langsung dengan keberlangsungan pembangunan fasilitas umum dan pelayanan publik di Kota Medan.
“Masyarakat itu bergantung sama kita agar pembangunan Kota Medan bisa berjalan dengan baik. Bicara Bapenda adalah akuntansi yang rigid dan tepat sasaran. Jangan kalau ada masalah lalu kita diam-diam. Harus ada deadline dan target solusi yang jelas,” tegas Rico.
Ia juga meminta Bapenda menyusun perencanaan berdasarkan formula akuntansi yang akurat. Dengan demikian, setiap target penerimaan harus memiliki dasar perhitungan yang jelas dan bukan sekadar berdasarkan perkiraan.
Rico menegaskan, setiap persoalan yang ditemukan dalam proses optimalisasi penerimaan daerah harus diikuti langkah penyelesaian yang terukur, termasuk batas waktu dan target yang harus dicapai.
Sementara itu, Kepala Bapenda Kota Medan M. Agha Novrian melaporkan, hingga 6 Oktober 2026 realisasi penerimaan pajak daerah telah mencapai 64,54 persen dari target Rp3,64 triliun.
Untuk mendorong peningkatan penerimaan, Bapenda juga telah menjalankan sejumlah inovasi berbasis digitalisasi.
“Untuk mengoptimalkan realisasi pajak daerah, kami telah meluncurkan sejumlah inovasi berbasis digitalisasi, di antaranya QRESTO, SILEDAK, SI4P,” terang Agha.
Rapat evaluasi tersebut turut dihadiri Pj Sekda Kota Medan Erfin Fachrurrazi serta jajaran terkait.












