MEDAN I TERITORIAL24.COM — Muhammad Apriadi telah menjalankan usaha distribusi berbagai produk pangan selama sekitar empat tahun.
Berawal dari proses merintis dengan keterbatasan sarana transportasi, kini usahanya telah menjangkau sejumlah daerah di Sumatera hingga Kuala Lumpur, Malaysia.
Apriadi mengatakan, dirinya mengambil berbagai produk langsung dari sejumlah pabrik, yang sebagian besar berada di wilayah Deli Serdang.
Produk tersebut kemudian dipasok kepada grosir, pedagang pasar, pelaku UMKM, hingga usaha penggorengan kerupuk.
Berbagai produk yang didistribusikannya meliputi aneka opak, kerupuk, gula merah, kertas nasi, tahu kering, bihun jagung, serta kerupuk merah putih.
“Alhamdulillah, segala jenis opak, segala jenis kerupuk, gula merah, kertas nasi, tahu kering, bihun jagung, kerupuk merah putih, dan produk lainnya,” kata Apriadi saat diwawancarai.
Dari sejumlah produk tersebut, gula merah dan opak ubi menjadi komoditas yang paling sering dipasarkan ke luar daerah. Distribusinya telah menjangkau Aceh dan Riau serta sejumlah wilayah di sekitarnya.
Tidak hanya pasar domestik, produk yang dipasok Apriadi juga telah menjangkau Malaysia. Untuk sementara, pengiriman ke luar negeri tersebut masih berfokus pada wilayah Kuala Lumpur.
Apriadi menjelaskan, produk yang dikirim ke Malaysia bukan sekadar untuk kebutuhan oleh-oleh, melainkan dipasok untuk didistribusikan di sana.
Dalam menjalankan usahanya, Apriadi mengaku harus melewati proses panjang. Pada masa awal merintis, ia bahkan menggunakan kereta api dan sepeda motor untuk membawa barang dagangan dari Serdang Bedagai, Asahan, Binjai Deli Serdang sekitarnya.
“Namanya usaha pasti ada proses merintisnya. Merintisnya itu memang tidak mudah. Dulu, dari Medan ke Serdang Bedagai, saya naik kereta api dan sepeda motor sambil membawa barang dagangan,” ujarnya.
Saat ini, kegiatan usahanya beralamat di Jalan Madio Santoso Nomor 24, kawasan Sido Mulyo, Jalan Karakatau, Medan Timur, serta di Jalan Panglima Denai Nomor 80A, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan.












