Peristiwa

Cewek di Asahan Ditemukan Meninggal Gantung Diri, Gara-garanya Bikin Pilu…

574
×

Cewek di Asahan Ditemukan Meninggal Gantung Diri, Gara-garanya Bikin Pilu…

Sebarkan artikel ini
Cewek di Asahan Ditemukan Meninggal Gantung Diri. (Instagram/KriminalMcb)

TERITORIAL24.COM, Asahan – Peristiwa tragis terjadi menjelang Hari Raya Idulfitri di Dusun VII, Desa Simpang Empat, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan. Seorang cewek bernama Endang Lestari (21) ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri di kamar rumahnya pada Rabu, 26 Maret 2025, sekitar pukul 17.00 WIB, menjelang waktu berbuka puasa.

Mengutip informasi dari akun Instagram @kriminalmcb, Endang diduga mengalami tekanan batin setelah mengalami kegagalan dalam pernikahan akibat putus dengan tunangannya, yang merupakan anggota TNI. Padahal, hubungan mereka telah mencapai tahap pertunangan, namun kenyataan pahit tersebut membuat Endang memilih mengakhiri hidupnya.

Menurut keterangan keluarga, Endang belakangan ini sering terlihat termenung dan larut dalam kesedihan pasca putus dengan tunangannya. Kondisinya semakin memburuk setelah kepergian ibunya beberapa minggu sebelumnya. Meski demikian, ia tetap menjalankan ibadah puasa seperti biasa.

Pada hari kejadian, Endang sempat melaksanakan salat Ashar dan membaca Al-Qur’an di kamarnya. Sekitar pukul 17.00 WIB, ia meminta ayahnya, Agus Tamba, untuk membeli takjil, sementara adiknya, Ulandari, sedang mandi. Saat berada seorang diri di rumah, Endang memutuskan mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan tali nilon yang dikaitkan di balik pintu kamarnya dengan bantuan tiga bantal sebagai pijakan.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh adiknya, Ulandari, yang menemukan Endang dalam kondisi tergantung. Saat ditemukan, tubuh korban menunjukkan tanda-tanda asfiksia akibat gantung diri. Selain itu, Endang meninggalkan pesan terakhir yang menyayat hati: “Maaf aku duluan, izinkan aku berlebaran di akhirat, aku mau ketemu mama di surga.”

Ia juga mengungkapkan kekecewaannya karena gagal menikah dan masih mencintai tunangannya.

Kejadian ini segera menarik perhatian warga sekitar yang berdatangan ke rumah korban. Kepala Dusun, Yaumi Hariadi, kemudian menghubungi pihak kepolisian.

Saat petugas kepolisian tiba di lokasi, kondisi sudah berubah karena pihak keluarga dan warga telah menurunkan jasad Endang dengan harapan ia masih bisa diselamatkan. Ayah dan adik korban, dibantu warga, memotong tali yang menjerat lehernya menggunakan pisau cutter, namun nyawa Endang tidak tertolong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *