Polhukam

Polda Sumut Gagalkan Penyelundupan 30 Kg Sabu dan Liquid Vape di Perairan Labura

560
×

Polda Sumut Gagalkan Penyelundupan 30 Kg Sabu dan Liquid Vape di Perairan Labura

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN — Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu dan liquid vape dalam jumlah besar di perairan Tanjung Api, Labuhanbatu Utara, Sabtu (26/4) sekitar pukul 05.00 WIB.

Tiga pelaku yang diketahui berinisial AN (43), AM alias Udin (39), dan I (40), seluruhnya warga Sei Brombang, Kecamatan Pane Hilir, Kota Tanjung Balai, diamankan petugas saat berada di atas kapal pukat tarik. Ketiganya berprofesi sebagai nelayan.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, menjelaskan pengungkapan ini bermula dari informasi masyarakat terkait kapal mencurigakan yang melintas dari arah Malaysia menuju perairan Indonesia.

Informasi tersebut ditindaklanjuti oleh tim Unit 4 Subdit I Ditresnarkoba dengan melakukan penyisiran di sekitar Bagan Asahan hingga perairan Labuhanbatu Utara.

“Petugas berhasil menemukan kapal sesuai ciri-ciri laporan dan langsung melakukan pengejaran. Setelah dihentikan dan digeledah, ditemukan 30 bungkus sabu dalam kemasan ungu bergambar kura-kura emas A+ serta 20 bungkus liquid vape diduga mengandung narkotika yang disimpan dalam viber biru bertutup kuning,” ungkap Kombes Pol Jean Calvijn saat memberikan keterangan pers di Mapolda Sumut, Rabu (30/4/2025).

Dari pemeriksaan awal, pelaku mengaku menerima barang dari dua pria tak dikenal di perairan Bagan Asahan dan diperintahkan untuk menyerahkannya kepada seseorang di Labuhanbatu Utara.

Mereka mengaku mendapat perintah dari seorang pria bernama Gompar, yang kini masih dalam pengejaran.

“Gompar menjanjikan imbalan jika mereka berhasil mengantarkan barang ke penerima. Saat ini, identitas dan jaringan terkait masih dalam penyelidikan lanjutan,” tambahnya.

Selain narkotika, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu unit kapal pukat tarik, satu viber, satu unit handphone, serta beberapa tas dan plastik pembungkus.

Polda Sumut berkomitmen memperkuat pengawasan di jalur laut yang rawan penyelundupan. “Perairan timur Sumatera Utara adalah titik strategis yang kerap dimanfaatkan jaringan internasional. Kami tidak akan memberi ruang bagi pelaku kejahatan narkotika,” tegas Kombes Pol Jean Calvijn.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *