TERITORIAL24.COM, LUBUK PAKAM — Suasana Aula Cendana di lantai dua Kantor Bupati Deli Serdang berubah menjadi pusat perputaran roda birokrasi, Kamis siang yang tenang, 8 Mei 2025.
Di hadapan para pejabat, staf ahli, dan keluarga pejabat terpilih, Bupati dr. H. Asri Ludin Tambunan melantik 113 pejabat fungsional dan administrator.
Ini bukan sekadar seremoni. Di balik rotasi besar ini, ada pesan kuat tentang pembaruan mesin pemerintahan.
Dari total pejabat yang dilantik, 63 merupakan pejabat fungsional, dan 50 lainnya adalah pejabat administrator.
Sejumlah nama mengalami rotasi penting: Faisal Rahman kini menduduki posisi Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), sementara Gontar Syahputra Panjaitan menggantikan posisi Camat Tanjung Morawa.
Tak ketinggalan, dokter muda Catherine bergabung sebagai Dokter Ahli Pertama di RSUD Amri Tambunan, serta Muhammad Rizki yang dipercaya sebagai analis ketahanan pangan.
Namun pelantikan ini bukan hanya tentang siapa menduduki kursi apa. Dalam pidatonya yang panjang dan tegas, Bupati Asri Ludin menggarisbawahi satu hal: mutasi adalah alat untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan, bukan sekadar politik balas budi.
“Ini bukan penempatan figur untuk kepentingan tertentu,” katanya. “Ini tentang kemampuan, integritas, dan kesiapan menjalankan tanggung jawab publik.”
Rotasi ini pun membawa misi yang lebih luas: mempercepat terwujudnya visi Deli Serdang yang sehat, cerdas, sejahtera, religius, dan berkelanjutan.
Di tengah sorotan publik atas lambannya pelayanan dan kebocoran pendapatan daerah, Bupati memberi peringatan keras, khususnya kepada jajaran Badan Pendapatan Daerah.
Ia menyebut PAD sebagai tulang punggung pembangunan daerah dan menolak keras mental koruptif di tubuh ASN. “Jangan lagi ada yang mencari kekayaan pribadi,” ujarnya lantang.
Tak hanya soal moralitas, Bupati juga menegaskan bahwa Pemkab telah memiliki sistem pemantauan kinerja ASN yang menjadi tolok ukur penilaian jabatan.
Evaluasi ketat akan dilakukan dalam enam bulan mendatang, terutama kepada para camat yang diharapkan menjadi ujung tombak pelayanan publik.












