Advertorial

Grebeg Pancasila 2025 Kota Blitar Tetap Meriah Meski Dihantam Hujan Deras

190
×

Grebeg Pancasila 2025 Kota Blitar Tetap Meriah Meski Dihantam Hujan Deras

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, BLITAR — Hujan deras tak menyurutkan semangat masyarakat Blitar dalam menyambut peringatan Hari Lahir Pancasila.

Acara pembuka rangkaian Grebeg Pancasila 2025, yakni Kirab Pancasila dan Pawai Lentera, tetap digelar semarak pada Sabtu malam (31/5/2025), menandai dimulainya tradisi tahunan yang sarat makna kebangsaan.

Kirab dimulai dari Istana Gebang, rumah masa kecil Bung Karno, dan melintasi sejumlah jalan protokol hingga berakhir di Alun-Alun Kota Blitar.

Meski hujan mengguyur sepanjang malam, ribuan warga tetap antusias memadati rute kirab.

Replika bernuansa Pancasila yang dibawakan oleh pelajar dan perwakilan OPD se-Kota Blitar menambah semarak suasana, berpadu dengan cahaya lentera yang menyala di tengah hujan.

Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin atau yang akrab disapa Mas Ibin, menyampaikan apresiasinya atas partisipasi warga.

Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa.

“Pancasila bukan sekadar lambang negara. Ia adalah roh bangsa—semangat yang hidup dalam keseharian kita. Saya mengajak generasi muda untuk terus menanamkan nilai gotong royong, toleransi, dan nasionalisme dalam tindakan nyata,” ujar Mas Ibin.

Tahun ini, Grebeg Pancasila mengusung tema “Memperkokoh Ideologi Pancasila, Menuju Indonesia Raya”.

Melalui tema tersebut, Pemkot Blitar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam membangun masa depan bangsa yang lebih kuat dan bersatu.

Rangkaian kegiatan akan berlangsung hingga 6 Juni 2025, meliputi agenda utama seperti Renungan Pancasila, Upacara Hari Lahir Pancasila, Kirab Gunungan Lima, hingga Kenduri Pancasila. Seluruh kegiatan dirancang sebagai ajakan reflektif untuk kembali meneguhkan jati diri bangsa Indonesia.

Dari tanah kelahiran Bung Karno, semangat Pancasila kembali menyala—melampaui hujan, menembus batas zaman.(ADV/didik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *