Asahan - Tanjungbalai

Pungli Dana Bos dan BOP Marak, Kantor Kemenag Asahan Digeruduk Massa

1286
×

Pungli Dana Bos dan BOP Marak, Kantor Kemenag Asahan Digeruduk Massa

Sebarkan artikel ini
:Suasana pertemuan perwakilan massa Aliansi NGO Topan – AD Asahan dengan Kakan Kemenag Asahan dan jajaran dalam aksi unjuk rasa dugaan praktik pungli dan BOS dan BOP, Senin (02/06/2025).(gan).

TERITORIAL24.COM,Asahan-Puluhan massa, Senin (02/06/2025) menggeruduk Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Asahan di Jalan Turi, Kisaran, dalam aksi unjuk rasa memprotes maraknya praktik pungli dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasyah Tsanawiyah (MTS) dan Madrasah Aliyah (MA) baik negeri maupun swasta dijajaran institusi tersebut.

Aksi massa tergabung dalam Aliansi NGO Topan – AD Asahan itu dalam rangka mendesak aparat penegak hukum mengusut praktik merugikan negara itu.

Puluhan massa tersebut lewat oratornya Adi Wirawan mengatakan, praktik dugaan korupsi di Kemenag Asahan tidak hanya terjadi dalam pengelolaan dan BOS dan dana BOP disatuan pendidikan atau sekolah di bawah naungan mereka yang berada di 25 Kecamatan di Asahan.

Juga terjadi dalam pengurusan kenaikan pangkat atau golongan Aparatur Sipil Negara (ASN). Praktik haram yang disebut – sebut untuk kepentingan Kakan Kemenag dan antek – anteknya itu, seolah menjadi hal biasa dan berlangsung turun temurun.

Dalam orasi yang dilakukan secara bergantian itu, pluhan massa tersebut tidak hanya mendesak Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenang Sumatera Utara mencopot Kakan Kemenag Asahan H Abdul Manan dari jabatannya, juga mendesak aparat penegak hukum memeriksa dan menjebloskan oknum – oknum pelaku kejahatan merugikan negara itu ke penjara.

“Kami mita Kejaksaan Negeri (Kejari) Asahan memeriksa Kakan Kemenag Asahan, KTU dan Bendahara serat oknum – oknum yang terlibat dalam praktik dugaan korupsi itu,”ujar Bormen Panjaitan, salah seorang massa pengunjuk rasa.

Tidak hanya menyoroti permalsahan itu, dalam orasinya Bormen Panjaitan juga menyoroti permasalahan jumlah Travel Umroh dan Haji yang terdaftar di Kemenag Asahan.

Menurutnya Kemenag Asahan tidak transparan mengenai permasalahan itu. Selain itu dirinya juga mengkritik permasalahan dana serta kuota Haji yang tidak transparan hingga tidak diketahui besar biaya dan jumlah jama’ah baik haji plus maupun reguler.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *