Asahan - Tanjungbalai

Anggaran Tanjungbalai Dipangkas Drastis: DAK Fisik Anjlok 92%, Ini Dampaknya

394
×

Anggaran Tanjungbalai Dipangkas Drastis: DAK Fisik Anjlok 92%, Ini Dampaknya

Sebarkan artikel ini
Kepala Bidang Anggaran Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKPAD) Tanjungbalai, Doni Ardin,(Foto dan grafis: Ilham)

TERITORIAL24.COM, Tanjungbalai – Kementerian Keuangan Republik Indonesia resmi memangkas Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik untuk Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjungbalai pada tahun anggaran 2025.

Pemotongan ini mencapai angka fantastis, yakni 92,1% dari realisasi tahun 2024, sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 29 Tahun 2025.

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran APBN dan APBD yang dikeluarkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Pada tahun 2024, Pemkot Tanjungbalai berhasil merealisasikan DAK Fisik sebesar Rp34,86 miliar dari target Rp36,66 miliar (95,11%).

Namun, untuk tahun 2025, anggaran ini dipangkas drastis dari Rp22,75 miliar menjadi hanya Rp2,75 miliar. Tak hanya itu, Dana Alokasi Umum (DAU) juga mengalami penurunan sebesar Rp9,44 miliar, dari Rp445,97 miliar menjadi Rp436,53 miliar.

Secara total, pengurangan dana transfer untuk Pemkot Tanjungbalai mencapai Rp41,55 miliar.

Kepala Bidang Anggaran Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKPAD) Tanjungbalai, Doni Ardin, membenarkan adanya pengurangan besar-besaran ini.

“Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan, memang ada pengurangan dana transfer berupa DAK Fisik dan DAU, terutama terkait sektor infrastruktur,” ujar Doni pada Jumat (14/2/2025).

Doni menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat untuk menentukan langkah selanjutnya.

Meski begitu, ia memastikan bahwa proyek infrastruktur mendesak, seperti pemeliharaan, tetap akan dilaksanakan.

“Kami akan menunggu juknis, tetapi kegiatan infrastruktur yang wajib tetap dijalankan,” tegasnya.

Pemangkasan anggaran sebesar ini tentunya menjadi tantangan besar bagi Pemkot Tanjungbalai. Masyarakat kini menanti bagaimana pemerintah daerah akan menyiasati situasi ini, khususnya dalam menjaga pelayanan publik dan pembangunan infrastruktur tetap berjalan di tengah keterbatasan anggaran.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *