Asahan - Tanjungbalai

Barongsai Undang Perhatian Pengunjung PSBD Asahan Ke-VI

140
×

Barongsai Undang Perhatian Pengunjung PSBD Asahan Ke-VI

Sebarkan artikel ini
Boneka singa yang digunakan untuk seni barongsai dalam pertunjuka seni budaya etnis Tionghoa di PSBD Asahan ke – VI di Lapangan PSBD, Jalan Taufan Gama Simatupang, Kisaran, Senin (13/10/2025) malam.(gan).

TERITORIAL24.COM, Asahan- Pertunjukan seni barongsai berhasil mengundang perhatian pengunjung Pagelaran Seni dan Budaya Daerah (PSBD) Asahan ke – VI di Lapangan PSBD, Jalan Taufan Gama Simatupang, Kisaran, Senin (13/10/2025) malam.

Masyarakat yang ingin menyaksikan pagelaran seni budaya etnis Tionghoa itu penuh sesak di sekitar lokasi pertujukan.

Antusiasme masyarakat menyaksikan pertunjukan tersebut, membuat masyarakat etnis Tionghoa merasa semakin diterima dan diakui sebagai bagian dari kehidupan sosial budaya di Asahan. Selain itu juga bangga dikarenakan mendapat tempat yang setara dalam kehidupan bermasyarakat di Asahan.

“Kami merasa bangga dan bersyukur karena etnis Tionghoa kini mendapatkan tempat yang setara dalam kehidupan bermasyarakat di Asahan,” ujar Sekretaris Etnis Tionghoa Asahan, Joseph Randy sembari mengucapkan terima kasih sekaligus apresiasi tinggi kepada Pemkab Asahan terhadap dukungan dan keterlibatan etnis Tionghoa di acara yang dihadiri Wakil Bupati Asahan Rianto SH, MAP bersama Forkopimda dan tokoh masyarakat etnis Tionghoa yang juga Bendahara Partai Gerindra Sumatera Utara Meriyawaty Amelia Prasetio atau Yin MAP itu.

Sementara Wakil Bupati Asahan Rianto SH, MAP dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pemkab Asahan berkomitmen memberikan ruang dan kesempatan yang sama bagi seluruh etnis untuk berkontribusi dalam pelestarian budaya. Komitmen Pemkab Asahan itu dilakukan dengan tidak membeda–bedakan etnis yang ada baik etnis besar maupun kecil.

“Etnis Tionghoa memiliki kedudukan, hak, dan fasilitas yang sama dengan 14 etnis lainnya di Asahan. Pemerintah daerah tidak membeda-bedakan, baik etnis besar maupun kecil, semuanya mendapat perlakuan yang adil,” kata Rianto sembari mengatakan hingga kini sudah ada 6 etnis yang diberi tanah untuk membangunan rumah seni dan budaya yang diharapkan dapat terwujud dan dimanfaatkan dalam dua tahun ke depan.(gan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *