-
Pertumbuhan ekonomi meningkat dari 4,91% menjadi 7,5–8%.
-
PDRB per kapita naik dari Rp65,76 juta menjadi Rp80,21 juta.
-
Tingkat kemiskinan turun dari 11,97% menjadi 9,14–9,43%.
-
Pengangguran terbuka menurun dari 4,08% menjadi 1,5–2%.
-
Gini rasio ditekan dari 0,236 menjadi 0,230 poin.
-
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 75,95 menjadi 83,14.
-
IKLH naik dari 69,83 menjadi 71,02 poin.
-
Penurunan emisi gas rumah kaca dari 80.892,84 ton CO₂eq menjadi 151.193,33 ton CO₂eq.
Wali Kota menegaskan bahwa penyusunan RPJMD selaras dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi dan Pusat agar mendapatkan dukungan yang maksimal. Ia pun mengajak seluruh pihak untuk bersinergi dalam membangun Tanjungbalai.
“Saya berharap semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya, bisa bekerja sama. Alhamdulillah, DPRD juga telah menyatakan komitmennya untuk mendukung,” ucapnya.
Dalam acara ini, hadir pula narasumber dari berbagai instansi, seperti Aryani Septenti Kartini dari Bappelitbang Provsu, Robby Indra Gartika dari Balai Wilayah Sungai Sumatera II, serta Hendra Andy Mulia Panjaitan dari BPS Kota Tanjungbalai.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Tanjungbalai, Surya Darma AR, menyatakan bahwa Musrenbang menjadi wadah menyelaraskan tujuan OPD dengan program prioritas pembangunan. “Kondisi keuangan negara yang terbatas menuntut kita menyusun program berdasarkan skala prioritas. DPRD siap mendukung,” tegasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Forkopimda, para pimpinan OPD, camat, lurah, tokoh masyarakat, tokoh agama, instansi vertikal, BUMN/BUMD, dan insan pers. Acara ditutup dengan penandatanganan berita acara, sesi foto bersama, dan paparan dari para narasumber.(ilham)












