Asahan - Tanjungbalai

Bunda Literasi Diminta Kampanyekan Gerakan Gemar Membaca Nasional Di Asahan

17
×

Bunda Literasi Diminta Kampanyekan Gerakan Gemar Membaca Nasional Di Asahan

Sebarkan artikel ini
Bunda Literasi Asahan Yusnila Indriati Taufik menyematkan selempang Bunda Literasi Kecamatan Meranti dalam acara pelantikan di Aula Kantor Camat Meranti, Rabu (08/04/2026). (gan).

TERITORIAL24.COM, Asahan- Bunda Literasi Asahan Yusnila Indriati Taufik meminta Bunda Literasi yang ada diseluruh Kecamatan di Asahan untuk mengkampanyekan Gerakan Nasional Gemar Membaca diberbagai kalangan melalui kegiatan langsung maupun media yang ada.

Permintaan itu disampaikannya dalam sambutannya diacara pelantikan Bunda Literasi Kecamatan Meranti yang digelar di Aula Kantor Camat Meranti, Rabu (08/04/2026).

“ Saya minta seluruh Bunda Literasi yang ada di kecamatan harus siap untuk mengkampanyekan Gerakan Nasional Gemar Membaca diwilayah masing – masing. Kampanye itu tidak harus secara langsung, juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan media yang ada,” ujar Yusnila diacara yang juga dihadiri Staf Ahli TP PKK Asahan Juni Rianto bersama Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Drs. Ilham MM, Camat Meranti Resmanto Tambunan SE dan Kepala Desa itu.

Yusnila mengatakan, selain siap mengkampanyekan Gerakan Nasional Gemar Membaca, Bunda Literasi Kecamatan juga siap menjadikan diri sebagai publik figure dan rolel model budaya kegemaran membaca. Selain itu juga siap memberi pertimbangan dalam menentukan dan melaksanakan kebijakan pengembangan literasi baik dilingkungan pemerintahan daerah maupun masyarakat.

Yusnila menekankan agar Bunda Literasi juga dapat berkordinasi dengan penyelenggara dan komunitas literasi serta organisasi profesi, non profesi dan pihak – pihak yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat literasi. Melakukan sosialisasi kegiatan literasi diwilayah kerja dengan memberikan masukan serta pertimbangan dalam program masyarakat literasi.

Yusnila juga mendorong Bunda Literasi kecamatan untuk terus bersinergi dengan Dinas Perpustakaan dan Arsif Asahan dalam rangka mensukseskan program literasi untuk kesejahteraan dengan memberdayakan masyarakat melalui pendampingan pelatihan dan keterampilan bagi masyarakat.

“ Saya berharap Bunda Literasi yang dilantik dapat menjalankan enam pilar utama Bunda Literasi seperti dapat menjadi rolel model, dengan memberikan contoh langsung dan advokasi serta kebijakan kepada masyarakat. Selain juga harus siap mendorong pemerintah daerah untuk mengalokasikan anggaran dan fasilitas literasi, dengan mobilisasi, inovasi program,promosi pendayagunaan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran sepanjang hayat serta menciptakan program inklusif dan berdaya kepada masyarakat melalui gerakan literasi,” cetusnya. (gan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *