Berita Utama

Dukung Program One Day No Car, Penumpang KA Siantar Ekspres Tumbuh 17 Persen di Triwulan I 2026

164
×

Dukung Program One Day No Car, Penumpang KA Siantar Ekspres Tumbuh 17 Persen di Triwulan I 2026

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM. MEDAN – Layanan KA Siantar Ekspres kian memperkuat konektivitas antarwilayah di Sumatera Utara (Sumut).

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat sebanyak 135.687 pelanggan menggunakan layanan rute Medan–Pematangsiantar ini sepanjang triwulan I (Januari–Maret) 2026.

Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 17 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025, yang tercatat melayani 116.355 pelanggan. Pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan dan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan transportasi umum sebagai penunjang mobilitas utama.

Plt. Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menjelaskan bahwa tingginya minat masyarakat tidak lepas dari dukungan skema Public Service Obligation (PSO).

“Hadirnya pemerintah melalui subsidi tiket KA Siantar Ekspres membuat tarif menjadi lebih ekonomis dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

Hal ini memastikan layanan transportasi berkualitas tetap dapat dinikmati dengan harga yang efisien,” ujar Anwar.

Selama tiga bulan pertama tahun 2026, KA Siantar Ekspres rata-rata melayani 1.508 pelanggan per hari. Angka ini mencapai 119 persen dari total kapasitas harian yang tersedia sebanyak 1.272 tempat duduk.

Data tersebut menegaskan bahwa KA Siantar Ekspres bukan lagi sekadar transportasi musiman, melainkan telah menjadi andalan harian masyarakat.

Sebagai kereta lokal antarkota, KA Siantar Ekspres menjadi jawaban konkret atas program One Day No Car yang digalakkan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Jalur ini mengintegrasikan enam wilayah strategis, yakni Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, Kota Tebing Tinggi, Kabupaten Simalungun, dan Kota Pematangsiantar.

“Dengan empat jadwal keberangkatan setiap hari dan harga tiket hanya Rp22.000, masyarakat dapat bepergian antarwilayah dengan jauh lebih efisien dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi.

Langkah ini juga selaras dengan program pemerintah dalam penghematan energi dan pengurangan kepadatan lalu lintas jalan raya,” tambah Anwar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *