Limbah cair dari pabrik tidak dibuang ke sungai, melainkan diolah dan dimanfaatkan kembali melalui sistem land application.
Limbah tersebut ditampung di kolam khusus dan dialirkan melalui jaringan pipa ke lahan pertanian milik masyarakat seluas 75 hektare di Dusun Sarekat.
Di sana, limbah digunakan sebagai pupuk organik yang membantu menyuburkan tanaman kelapa sawit.
Keden (48), salah seorang petani kelapa sawit di Desa Silau Padang, menyambut positif program ini.
“Saya senang, lahan saya digunakan untuk pembuangan limbah yang justru menyuburkan tanaman sawit. Sangat bermanfaat,” ujarnya.
Dengan berbagai upaya tersebut, masyarakat kini kembali merasakan manfaat dari kehadiran PKS TSP, baik dari sisi ekonomi maupun lingkungan.
Diharapkan ke depan, informasi yang beredar di masyarakat dapat lebih berimbang dan berdasar pada fakta yang valid di lapangan.***












