TERITORIAL24.COM, TANJUNGBALAI – Puluhan massa dari Wahana Rakyat Intelektual Solid (WARIS) turun ke jalan dengan aksi berapi-api di depan Mapolres Tanjungbalai, Selasa (4/2/2025).
Mereka mendesak Polres segera menangkap FH, istri Wali Kota Tanjungbalai, yang diduga terlibat skandal korupsi sebagai ASN.
FH dilaporkan karena tidak menjalankan tugasnya sebagai guru selama tiga tahun penuh, tapi tetap menerima gaji, tunjangan, hingga sertifikasi.
Pemeriksaan Inspektorat Pemkot Tanjungbalai membuktikan bahwa perbuatannya menyebabkan kerugian keuangan negara.
Koordinator aksi, Mahmudin alias Kacak Alonso, mengecam FH yang dinilai “sakit-sakitan” saat dipanggil penyidik tapi malah terlihat segar bugar di acara-acara di Yogyakarta.
“Kalau mangkir lagi, harus ada upaya paksa! Jangan biarkan korupsi merajalela,” serunya di depan massa.
Bukan cuma soal absensi kerja, Wali Kota juga disorot. Orator lain, Alrivai Zuherisa alias Aldo, mengungkap dugaan penyalahgunaan wewenang terkait Yayasan Al Fatwa Ailiyah yang dikelola keluarganya.
Yayasan ini diduga menerima dana CSR Rp97 juta dari Bank Sumut dengan campur tangan Wali Kota dan FH, yang juga karyawan Bank Sumut.
Kapolres Tanjungbalai, AKBP Yon Edi Winara, menanggapi dengan janji untuk menyelidiki kasus ini secara profesional.
“Penyelidikan masih berjalan, kami harap masyarakat bersabar dan tetap mendukung penegakan hukum,” ujar Kapolres.
Aksi ini menjadi sorotan publik, terutama generasi muda yang menuntut transparansi dan integritas dari para pejabat. Apakah keadilan akan ditegakkan? Waktu yang akan menjawab.(Ilham)












