TERITORIAL24.COM, SERDANG BEDAGAI – Front Komunitas Indonesia Satu (FKI-1) Kabupaten Serdang Bedagai kembali melontarkan kritik tajam terhadap kinerja Dinas Pendidikan setempat.
Ketua FKI-1 M. Nur Bawean menyebut instansi yang dipimpin Suwanto Nasution itu mengalami kemunduran serius dalam tata kelola, terutama menyangkut pencairan dana sertifikasi guru.
“Setiap tahun masalah dana sertifikasi guru ini terus berulang. Selalu terlambat, padahal dananya dari pusat sudah turun,” kata M. Nur saat ditemui pada Jumat, 6 Juni 2025.
Ia menilai keterlambatan itu mengganggu hak para guru dan menurunkan semangat mengajar.
Kasus paling mencolok terjadi pada akhir 2024. Dana sertifikasi triwulan IV untuk lebih dari 456 guru, senilai sekitar Rp4 miliar, tak kunjung cair hingga menimbulkan keresahan. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sergai, Raden Cici Sistiansyah, sebelumnya telah membenarkan dana tersebut sudah tersedia.
Namun, menurut M. Nur, Dinas Pendidikan tidak mengajukan permintaan pencairan, sehingga dana tersebut tertahan.
“Bukan soal besar kecilnya masalah, tapi dampaknya menyangkut kehidupan banyak orang. Ini mencerminkan manajemen yang buruk,” ujar Nur.
Ia juga menyoroti pengelolaan dana BOP, BOS, dan PIP yang dinilai tidak transparan. Ia mendesak BPK, Kejatisu, dan Poldasu untuk mengaudit penggunaan anggaran tersebut secara menyeluruh, termasuk penyaluran bantuan untuk siswa tidak mampu yang masih banyak belum tepat sasaran.
Tak hanya soal anggaran, M. Nur juga mempertanyakan pengangkatan Suwanto sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Sergai oleh Bupati H. Darma Wijaya pada Senin, 2 Juni 2025.
Ia menyebut keputusan itu mengejutkan publik, mengingat rekam jejak Suwanto sebelumnya di Dinas PUPR dan Dinas Pendidikan yang penuh persoalan.
“Harusnya jabatan strategis seperti Sekda diisi oleh orang yang memiliki rekam jejak bersih dan prestasi, bukan sebaliknya. Saya menilai Suwanto belum layak,” ujarnya.
FKI-1 mendesak agar aparat penegak hukum turun tangan untuk mengusut berbagai dugaan penyimpangan dalam pengelolaan anggaran dan proyek di lingkungan Dinas Pendidikan Sergai selama Suwanto menjabat.(Tim)












