Yuyun mengatakan, meskipun harga melambung di tingkat pengecer, masyarakat terpaksa membeli demi usaha tetap berjalan. Ia berharap pemerintah pusat, khususnya Presiden Prabowo, turun tangan menyelesaikan krisis BBM di Sergai.
“Sudah semakin menderita rakyat di sini,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Firman, warga Sergai. Menurutnya, Pertalite benar-benar tak ditemukan di pengecer maupun SPBU di Kecamatan Dolok Masihul. Teman-temannya di Sei Rampah, Tanjung Beringin, dan Teluk Mengkudu juga melaporkan kondisi yang sama.
“Sungguh parah kondisi saat ini. Pemerintah sepertinya kebingungan atau sudah tidak mampu lagi mengatasinya,” katanya.
Firman menambahkan, masyarakat baru bangkit dari banjir, kini ditambah masalah BBM langka yang memperburuk keadaan.
Presiden Diminta Ganti Pejabat
Firman bahkan mengeluarkan pernyataan keras. Jika pejabat tak mampu menangani persoalan yang dihadapi masyarakat, menurutnya lebih baik mundur saja.
“Supaya beban negara berkurang daripada menggaji pejabat yang tidak becus kerjanya,” cetusnya.
Ia meminta Presiden RI Prabowo Subianto segera mengevaluasi pejabat pusat hingga daerah dan mengganti mereka yang tak mampu bekerja cepat.
“Yang dibutuhkan sekarang ini gerak cepat, bukan banyak omong dan rapat sana-sini,” ujarnya. Firman menilai terlalu sering rapat justru membuat uang negara terkuras, sementara masalah di lapangan tak kunjung selesai.(Tim)












