Kota Medan

Medan Zoo Mau Glow Up, Nggak Mau Cuma Jadi Tempat Piknik Mingguan

89
×

Medan Zoo Mau Glow Up, Nggak Mau Cuma Jadi Tempat Piknik Mingguan

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN – Kalau dengar kata “kebun binatang”, sebagian dari kita mungkin langsung terbayang kandang kusam, papan nama pudar, dan satwa yang lebih banyak tidur ketimbang beratraksi.

Tapi Pemerintah Kota Medan tampaknya nggak mau Medan Zoo terus-terusan jadi destinasi “ya sudah lah, daripada nggak ke mana-mana”.

Di Balai Kota Medan, Jumat (13/2/2026), Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memimpin rapat re-design Medan Zoo. Bahasannya bukan sekadar cat ulang pagar atau tambah spot selfie, tapi rombak konsep total. Katanya, ini bakal jadi legacy. Berat juga ya bahasanya, tapi ya namanya juga proyek jangka panjang.

Yang bikin menarik, rapat ini nggak main-main. Hadir Ketua Umum Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI) Rahmat Shah, Komisaris Taman Safari Indonesia Tony Sumampau, sampai jajaran perangkat daerah dan para pakar. Jadi bukan cuma obrolan “ayo kita bikin zoo yang keren”, tapi coba digodok serius.

Rico bilang, membangun kebun binatang itu bukan cuma soal fisik. Bukan cuma bangun kandang estetik lalu selesai.

“Membangun alam dan binatang harus pakai hati,” kira-kira begitu pesannya. Klise? Bisa jadi. Tapi kalau benar dijalankan, ini penting. Karena kebun binatang bukan taman bermain. Di dalamnya ada makhluk hidup yang nasibnya tergantung pada cara manusia mengelola.

Salah satu fokusnya adalah mempopulerkan satwa endemik Sumatera. Ini menarik. Selama ini, yang sering jadi primadona kebun binatang justru hewan-hewan “impor rasa dokumenter luar negeri”.

Padahal Sumatera punya banyak satwa ikonik yang sering kita dengar namanya, tapi jarang benar-benar kita kenal.

Kalau konsep ini matang, Medan Zoo bisa punya identitas kuat. Nggak cuma jadi kebun binatang biasa, tapi jadi etalase kekayaan fauna Sumatera.

Wisata edukasi yang bukan cuma bikin anak-anak senang lihat hewan, tapi juga paham kenapa mereka harus dilindungi.

Rahmat Shah dari PKBSI mendukung penuh. Katanya, kebun binatang itu punya efek domino: bisa menggerakkan lapangan kerja, peternakan, bahkan pertanian. Artinya, kalau dikelola serius, zoo bukan cuma tempat hiburan, tapi simpul ekonomi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *