Sumatera Utara

Misi Perdamaian ke Afrika Tengah, 7 Polisi Sumut Siap Jadi “Pasukan Garuda” Versi Bhayangkara

472
×

Misi Perdamaian ke Afrika Tengah, 7 Polisi Sumut Siap Jadi “Pasukan Garuda” Versi Bhayangkara

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN – Kalau biasanya polisi dari Polda Sumut sibuk jaga lalu lintas, ngatur demo, atau razia knalpot brong, kali ini tujuh di antaranya dapat tugas jauh lebih keren: jadi pasukan perdamaian PBB di Republik Afrika Tengah.

Yup, tujuh Bhayangkara ini resmi bergabung dengan Satuan Tugas Formed Police Unit (FPU) 7 MINUSCA—semacam “Tim Avengers” versi Perserikatan Bangsa-Bangsa, tapi berseragam cokelat.

Dari tujuh personel itu, dua berasal dari Brimob: AKP Boyke FSM Lumbanraja dan Bharatu Arman Z Tiloli—nama-nama yang terdengar seperti karakter utama film aksi Netflix.

Lalu ada Brigpol Gendis Cendace Purba dari Bid Humas (yang mungkin nanti jadi juru bicara perdamaian), Brigpol Iqbal Prasetya dari Polres Tebingtinggi, Briptu Lucyana M. Sitorus dari Biro Rena, Briptu Damang SF Limbong dari Polres Madina, dan Briptu Tomy Sidabutar dari Dit Intelkam.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan, menjelaskan bahwa mereka bukan berangkat sendirian.

“Ada 140 personel Polri yang ikut dalam misi ini, terdiri dari 115 polisi laki-laki dan 25 polwan,” katanya, Rabu (8/10/2025). Jadi, ini semacam rombongan besar, bukan cuma tujuh jagoan dari Medan.

Misi mereka? Menjaga keamanan dan membantu stabilitas di wilayah konflik yang rentan kekerasan. “Pengiriman pasukan ini bagian dari amanat konstitusi Indonesia dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian global,” ujar Ferry.

Sebelum berangkat, para personel ini menjalani pelatihan selama tujuh bulan di Pusat Misi Internasional Polri.

Lalu, mereka menjalani upacara pembaretan di Cikole, Lembang—semacam “wisuda perdamaian” dengan latar pegunungan dan lumpur.

“Dalam tugas yang penuh tantangan ini, mereka bukan cuma bawa nama Polri, tapi juga kehormatan bangsa Indonesia di kancah internasional,” tambah Ferry.

Mereka akan berangkat ke Republik Afrika Tengah dalam waktu dekat, bergabung dengan pasukan dari berbagai negara.

Di sana, mereka bukan hanya menjaga perdamaian, tapi juga membawa sedikit aroma Sumatera Utara—tegas, berani, dan kalau perlu, bisa ngajarin warga lokal cara bikin kopi Medan yang mantap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *