Deli Serdang - Serdang Bedagai

NGOPI Bahas Masa Depan Desa Tanjung Gusta, Warga Diajak Tolak Politik Uang

73
×

NGOPI Bahas Masa Depan Desa Tanjung Gusta, Warga Diajak Tolak Politik Uang

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, DELI SERDANG — Menjelang pemilihan kepala desa, puluhan warga dan pemuda Desa Tanjung Gusta berkumpul dalam sebuah forum diskusi bertajuk NGOPI atau Ngobrol Politik, Sabtu, 9 Mei 2026. Di tengah suasana santai, mereka membicarakan satu pertanyaan besar: ke mana arah Desa Tanjung Gusta akan dibawa.

Forum yang mengangkat tema “Desa Tanjung Gusta Mau Dibawa Kemana?” itu menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan kegelisahan sekaligus harapan terhadap masa depan desa.

Sekitar 75 peserta dari kalangan pemuda dan masyarakat hadir mengikuti jalannya diskusi.

Mereka tampak aktif menyampaikan pandangan terkait pentingnya memilih pemimpin desa yang dinilai mampu bekerja nyata, bukan sekadar menawarkan janji politik.

Kegiatan menghadirkan tokoh masyarakat Hermansyarial serta akademisi dan aktivis Muwaffaq Fadhilasyah Nasution sebagai pemateri.

Diskusi dipandu moderator Aulia Rahmadan dengan suasana hangat dan penuh dialog.

Dalam sambutan pembuka, Diky Wahyudi menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi desa. Menurutnya, pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam proses politik yang menentukan masa depan kampung mereka sendiri.

Ia mengajak masyarakat untuk lebih kritis dalam menentukan pilihan serta menolak praktik politik uang yang dinilai masih menjadi ancaman dalam pesta demokrasi di tingkat desa.

“Kita tidak ingin memilih hanya karena kedekatan. Kita tidak ingin memilih hanya karena janji. Tapi kita harus melihat gagasan, strategi, dan pembuktiannya untuk direalisasikan, bukan hanya omon-omon,” ujar Diky, Sabtu, 9 Mei 2026.

Dalam pemaparannya, Hermansyarial mengingatkan bahwa masa depan desa sangat ditentukan oleh sikap masyarakat sendiri dalam menggunakan hak pilih. Ia meminta warga tidak mengorbankan masa depan desa demi kepentingan sesaat.

“Jangan gadaikan masa depan desa hanya karena kepentingan sesaat. Pilihlah pemimpin yang benar-benar hadir untuk masyarakat dan mampu membawa perubahan nyata,” katanya, Sabtu, 9 Mei 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *