Sumatera Utara

Nobar Film “Believe”, Bobby Nasution Ajak Refleksi Kepemimpinan, Bukan Sekadar Seremonial

366
×

Nobar Film “Believe”, Bobby Nasution Ajak Refleksi Kepemimpinan, Bukan Sekadar Seremonial

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN — Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Nasution, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumut menghadiri acara nonton bareng (nobar) film “Believe: Faith, Dream, and Courage” di Delipark Mall Medan, Jumat, 1 Agustus 2025.

Film ini diangkat dari kisah hidup Jenderal TNI Agus Subiyanto dan diklaim sebagai potret keteladanan, integritas, serta pengorbanan dalam kepemimpinan.

Namun di balik nuansa seremonial dan pesan moral yang dibalut dalam film bertema militer tersebut, publik kembali diingatkan bahwa integritas tidak cukup berhenti di layar bioskop.

Pesan-pesan moral dan patriotik yang ditayangkan justru menjadi cermin yang seharusnya menggugah para pemimpin daerah, termasuk Bobby Nasution dan jajaran Forkopimda, untuk secara nyata mewujudkan kepemimpinan yang bersih, berpihak pada rakyat, dan konsisten menolak praktik-praktik kekuasaan yang elitis.

“Film ini mengajak kita merenung dan merefleksikan diri sebagai pemimpin. Keteladanan seperti yang ditunjukkan Jenderal Agus Subiyanto perlu menjadi inspirasi dalam kehidupan nyata, terutama di tengah tantangan kepemimpinan yang kompleks saat ini,” ujar Bobby Nasution usai nobar.

Believe yang dibintangi Ajil Ditto mengangkat kisah perjuangan Agus Subiyanto dari masa muda hingga menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat.

Film ini memang sarat pesan moral, namun kekuatan sinematiknya menjadi tidak cukup jika tidak dibarengi dengan langkah konkret di lapangan.

Dalam situasi sosial-ekonomi yang masih penuh tantangan di Sumatera Utara, termasuk persoalan kemiskinan, pelayanan publik, dan korupsi birokrasi, publik menanti langkah konkret dan kebijakan progresif yang mencerminkan semangat Believe itu sendiri: keberanian, integritas, dan pengorbanan.

“Semoga semangat dalam film ini tumbuh menjadi bara dalam hati kita,” ucap Bobby.

Pernyataan itu akan lebih bermakna jika bara tersebut tidak hanya menyala di bioskop, tapi juga di meja pengambilan kebijakan, di desa-desa yang masih tertinggal, dan di ruang publik yang menanti keadilan sosial.(Anggi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *