Blitar Raya

Panen Melon Modern, Ketua TP PKK Kabupaten Blitar Dorong Transformasi Pertanian Lewat Teknologi Greenhouse

782
×

Panen Melon Modern, Ketua TP PKK Kabupaten Blitar Dorong Transformasi Pertanian Lewat Teknologi Greenhouse

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, BLITAR – Komitmen dalam membangun pertanian yang maju dan berkelanjutan ditunjukkan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Blitar, Hj. Ninik Cjatur Anggraeni Rijanto, saat menghadiri panen raya melon di fasilitas greenhouse milik Rudi Krisdianto di Desa Pasiraman, Kecamatan Wonotirto, pada Kamis (26/9/2025).

Didampingi Wakil Ketua TP PKK Hj. Arina Andriani Beky, Hj. Ninik terjun langsung ke lahan panen yang kini telah mengadopsi sistem pertanian modern berbasis greenhouse.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi sektor pertanian di Blitar menuju arah yang lebih inovatif dan ramah lingkungan.

“Teknologi greenhouse terbukti mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kualitas hasil pertanian. Kami berharap metode ini dapat menjadi solusi bagi petani untuk menghadapi tantangan iklim dan keterbatasan lahan,” ungkap Hj. Ninik.

Ia menambahkan, dukungan terhadap pertanian berbasis teknologi merupakan salah satu fokus TP PKK dalam memperkuat ketahanan pangan lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Sementara itu, Rudi Krisdianto, selaku pemilik greenhouse sekaligus pelopor pertanian melon modern di wilayah tersebut, menuturkan bahwa penggunaan varietas unggul serta sistem tanam berbasis teknologi mampu memberikan hasil panen yang lebih maksimal.

“Melalui pendekatan ini, petani bisa lebih mandiri dan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pola tanam tradisional. Edukasi terkait penggunaan smart greenhouse juga penting agar pertanian bisa tetap efisien dan minim dampak lingkungan,” jelas Rudi.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Camat Wonotirto, Dany Musafakamil, serta Kelompok Tani “Mugi Lestari” yang aktif mengembangkan pertanian terpadu di wilayah pesisir selatan Blitar.

Panen raya melon ini diharapkan menjadi titik awal perubahan paradigma bertani di Kabupaten Blitar—dari sekadar kegiatan konvensional menjadi usaha produktif berbasis teknologi yang menjanjikan masa depan cerah bagi generasi petani muda.(Didik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *