TERITORIAL24.COM, SERDANG BEDAGAI – Kapolres Serdang Bedagai AKBP Jhon Sitepu bersama jajaran Forkopimda melaksanakan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2025 di areal perkebunan PT Fajar Agung, Desa Bergabing, Kecamatan Pegajahan, Kamis pagi, 5 Juni 2025.
Kegiatan ini merupakan bagian dari panen serentak nasional yang dipimpin langsung Presiden RI Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto secara daring dari Kalimantan Barat.
Presiden melakukan panen simbolis di Dusun Kandasan, Desa Bange, Kabupaten Bengkayang, didampingi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Panen raya ini mencakup lahan seluas 344.524 hektare di berbagai daerah, dengan estimasi produksi mencapai 2,54 juta ton jagung.
Di Kalimantan Barat sendiri, panen dilakukan di atas 2.054 hektare dengan hasil hingga 20.000 ton. Di Kabupaten Bengkayang, lahan seluas 218 hektare menghasilkan hampir 2.200 ton.
“Polri juga memfasilitasi pembangunan gudang dan pabrik pengolahan jagung di Kalimantan Barat dengan kapasitas penyimpanan 1.000 ton dan produksi 300 ton per hari,” ujar Kapolri dalam sambutan via Zoom Meeting.
Presiden Prabowo, dalam sambutannya, menegaskan pentingnya kemandirian pangan sebagai bagian dari kedaulatan nasional.
Ia mengapresiasi kerja keras Polri dan seluruh elemen bangsa dalam mendorong swasembada pangan.
“Kita sudah lihat tanda-tanda keberhasilan awal. Tapi ini baru permulaan. Setiap provinsi harus swasembada. Setiap pulau harus bisa berdiri sendiri,” ujar Prabowo.
Di Serdang Bedagai, kegiatan panen turut dihadiri jajaran Polres, unsur Forkopimda, serta dinas terkait.
Kapolres AKBP Jhon Sitepu, didampingi Waka Polres Kompol Mukmin Rambe dan para pejabat utama, mengikuti acara dari lokasi panen yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan nasional.
Plt Kasi Humas Polres Sergai IPTU L.B. Manullang menyampaikan bahwa keterlibatan kepolisian dalam program ini menunjukkan komitmen bersama menjaga ketahanan pangan dan mendorong kesejahteraan petani.
“Program ini sangat bermanfaat. Dengan sinergi Forkopimda, kita bukan hanya meningkatkan produksi, tapi juga mengurangi ketergantungan pada impor,” kata Manullang.












