Diperlukan kerjasama antar lembaga perlindungan dengan institusi pendidikan dan aparat penegak hukum. Sehingga upaya perlindungan dapat berjalan komperhensif.
Sementara, Menteri PPPA Arifah Fauzi diawal sambutannya mengapresiasi Pempropsu atas berbagai capaian dibidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Bahkan capaian kemajuan itu cukup signifikan dan menjadi salah satu propinsi yang mendapat pengakuan secara nasional.
“Sumatera Utara telah menunjukkan kemajuan signifikan dan menjadi salah satu provinsi penerima Anugerah Parahita Ekapraya (APE) tahun 2023,” ungkapnya.
Arifah memaparkan, tahun 2025 sebanyak 15 Kabupaten dan Kota di Sumatera Utara juga berhasil meraih penghargaan Kota Layak Anak (KLA). Kabupaten Deliserdang meraih kategori tertinggi (Nindya), disusul Medan, Labuhanbatu Utara, Tebingtinggi, Labuhanbatu, dan Serdangbedagai (Kategori Madya), serta Binjai, Asahan, Batubara, Tapanuli Selatan, Karo, Sibolga, Padangsidimpuan, dan Padanglawas Utara (Kategori Pratama).
“Kami memberikan apresiasi kepada seluruh kepala daerah yang telah melaksanakan kebijakan pembangunan berperspektif perempuan dan anak. Ini merupakan langkah nyata menuju Indonesia yang ramah bagi semua,” tegasnya.(gan).












