TERITORIAL24.COM, TAPUT — Penanganan bencana alam di Kabupaten Tapanuli Utara terus berlangsung di tengah hujan deras yang memicu longsor dan banjir sejak Senin, 24 November.
Polres Tapanuli Utara melaporkan terdapat 54 kejadian bencana di wilayah itu, terdiri dari 40 longsor, 12 banjir, dan dua pohon tumbang.
Kapolres Tapanuli Utara AKBP Ernis Sitinjak mengatakan hingga Kamis siang tercatat sembilan warga ditemukan meninggal, satu orang terluka, dan 31 lainnya masih dalam pencarian.
Sebanyak 134 warga mengungsi setelah rumah mereka terdampak bencana.
“Kami mengerahkan 93 personel untuk pencarian, evakuasi, dan distribusi bantuan. Kondisi di lapangan cukup menantang, tetapi seluruh tim bekerja maksimal bersama Basarnas, TNI, BPBD, pemerintah daerah, dan relawan,” ujar Ernis.
Upaya pencarian dipusatkan di Kecamatan Adiankoting dan Parmonangan, dua wilayah yang mengalami kerusakan terparah. Selain pencarian korban, petugas membuka akses jalan yang tertutup material longsor dan mendata kebutuhan para pengungsi.
Kabid Humas Polda Sumut Kombespol Ferry Walintukan mengatakan Polda Sumatera Utara menambah personel untuk mempercepat penanganan.
Ia mengimbau warga tetap waspada karena cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.
“Polda Sumut memberikan perhatian serius. Upaya pencarian korban dan penyaluran bantuan terus dipercepat,” ujarnya.
Pemerintah daerah bersama Polri dan lembaga terkait kini menyiapkan langkah pemulihan awal bagi warga terdampak sambil tetap menjaga kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana susulan.(Akbar)












