Sumatera Utara

Polda Sumut Tindak 12.090 Pelanggaran Selama Operasi Toba 2026

137
×

Polda Sumut Tindak 12.090 Pelanggaran Selama Operasi Toba 2026

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN – Di sejumlah persimpangan utama Kota Medan dan ruas jalan antar-kabupaten di Sumatera Utara, kamera-kamera pengawas kini bekerja tanpa lelah.

Mereka merekam, memotret, sekaligus menjadi saksi perubahan perilaku pengendara selama sebelas hari terakhir.

Sejak 2 Februari 2026, Polda Sumatera Utara menggelar Operasi Keselamatan Toba 2026. Hingga hari ke-11, Kamis, 12 Februari 2026, total 12.090 penindakan telah dilakukan. Namun angka yang paling disorot justru penurunannya.

Pada hari ke-11, tercatat 1.423 pelanggaran lalu lintas ditindak. Jumlah itu turun 57,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 3.329 kasus.

Bagi kepolisian, tren ini menjadi indikator meningkatnya kepatuhan pengguna jalan.

Salah satu faktor yang disebut berpengaruh adalah optimalisasi sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

Sepanjang operasi, 334 pelanggaran ditindak melalui ETLE—melonjak dari 91 kasus pada periode sebelumnya. Secara kumulatif, 2.026 tilang diterbitkan melalui sistem elektronik tersebut.

Sebaliknya, penindakan non-ETLE turun signifikan.

Pada hari ke-11, hanya 74 kasus yang ditindak secara manual, dibandingkan 975 kasus tahun lalu. Teguran pun menyusut menjadi 983 dari 2.263 pada periode sebelumnya.

Transformasi ini, menurut kepolisian, mencerminkan pergeseran menuju penegakan hukum yang lebih transparan dan presisi.

Tak hanya menyasar pelanggaran umum, petugas juga menindak 5 kendaraan pribadi yang digunakan sebagai angkutan umum ilegal serta 27 kendaraan over dimension dan over loading (ODOL) yang dinilai berisiko tinggi terhadap keselamatan pengguna jalan. Secara kumulatif, tercatat 22 penindakan travel ilegal dan 116 kendaraan ODOL selama sebelas hari operasi.

Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara menyebut operasi ini tidak semata soal angka tilang. “Operasi ini bukan hanya penindakan, tetapi membangun kesadaran kolektif masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai pendekatan edukatif dan preventif—mulai dari penyuluhan hingga kampanye keselamatan—ikut mendorong perubahan perilaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *