TERITORIAL24.COM, BLITAR – Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengintensifkan perbaikan infrastruktur di sejumlah jalur strategis menjelang arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1447 H (2026). Langkah ini dilakukan guna memastikan kelancaran, keamanan, dan kenyamanan masyarakat selama perjalanan.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Blitar, Agus Zaenal, menyampaikan bahwa percepatan perbaikan dilakukan melalui program Unit Reaksi Cepat (URC).
Hal tersebut disampaikan dalam jumpa pers di Aula PUPR, Selasa (17/03/2026), bersama jajaran terkait.
“Perbaikan kami fokuskan pada jalur strategis, baik jalur utama maupun alternatif, agar arus mudik Lebaran dapat berjalan lancar,” ujarnya.
Sebanyak enam tim URC telah diterjunkan untuk melakukan penanganan jalan, terutama tambal sulam pada titik-titik berlubang menggunakan material cadangan dan lapen.
Selain itu, pemeliharaan jembatan juga dilakukan di sejumlah lokasi yang membutuhkan perbaikan segera.
Adapun jalur prioritas meliputi kawasan selatan seperti Blitar–Bakung dan Tambakrejo, jalur penghubung antar daerah Blitar–Kediri–Tulungagung, wilayah Nglegok, hingga akses menuju Malang melalui Selopuro. Setidaknya terdapat 14 titik jalan berlubang yang menjadi fokus utama penanganan, terutama di jalur protokol dan jalur alternatif guna meminimalkan risiko kecelakaan.
Tidak hanya jalur utama, perbaikan juga menyasar belasan ruas jalan menuju kawasan wisata. Hal ini dilakukan sebagai respons terhadap meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur Lebaran, baik untuk mudik maupun berwisata.
Agus menambahkan, seluruh proses perbaikan terus dipantau oleh Pemerintah Kabupaten Blitar melalui peninjauan langsung ke lapangan, termasuk di wilayah Kecamatan Bakung.
Upaya ini dilakukan untuk memastikan pekerjaan selesai sebelum puncak arus mudik.
Di sisi lain, dukungan infrastruktur juga diperkuat dengan rampungnya pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) Lot 3 Serang–Sumbersih. Kehadiran jalur ini diharapkan mampu mendukung kelancaran lalu lintas sekaligus membuka akses ekonomi baru di wilayah selatan.












