TERITORIAL24.COM, DELISERDANG – Aula Kantor Lurah Cemara pagi itu tak seperti biasanya. Rabu, 7 Mei 2025, barisan pejabat dari berbagai dinas hingga Badan Pusat Statistik (BPS) berkumpul dalam satu gawe penting: sosialisasi dan pembinaan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik).
Momen ini sekaligus merayakan prestasi Kelurahan Cemara, Kecamatan Lubuk Pakam, yang baru saja ditetapkan sebagai Desa Cantik tingkat Kabupaten Deli Serdang.
Penetapan ini bukan sekadar seremoni. Ada makna yang lebih dalam: pengakuan terhadap kemampuan suatu wilayah dalam membangun berbasis data.
“Data adalah senjata utama seorang pemimpin dalam mengambil kebijakan,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Deli Serdang, H. Timur Tumanggor, dalam pidatonya.
Ia berharap capaian Kelurahan Cemara menjadi pemantik bagi 380 desa dan 13 kelurahan lainnya untuk ikut menata pembangunan berbasis statistik.
Desa Cantik bukanlah program hiasan. BPS mendesainnya sebagai upaya sistematis untuk meningkatkan literasi statistik di akar rumput.
Kepala BPS Deli Serdang, Elly Suharyadi, menyebut program ini dirancang untuk mendorong kesadaran data di tingkat desa dan kelurahan.
“Kami ingin membentuk agen statistik yang paham pentingnya data dalam setiap kebijakan lokal,” jelasnya.
Tak hanya pengumpulan data, program ini menekankan pada standardisasi dan pemanfaatan statistik agar pembangunan tepat sasaran.
Dari arah kebijakan pembangunan hingga pelayanan publik, semua harus berbasis data yang valid dan terukur.
Kehadiran sejumlah pejabat penting dari Dinas Kominfostan, Dinas PMD, hingga Camat Lubuk Pakam menunjukkan bahwa isu statistik kini menjadi perhatian serius. Program ini bukan semata milik BPS, tapi milik semua elemen yang ingin melihat pembangunan desa yang terukur, terarah, dan berkelanjutan.
Kelurahan Cemara selanjutnya akan mewakili Deli Serdang di tingkat nasional. Jika berhasil menembus 10 besar, itu bukan hanya kemenangan administratif.
Itu akan menjadi bukti bahwa perubahan bisa dimulai dari desa, dengan statistik sebagai fondasi.(yu_di)












