TERITORIAL24.COM, Asahan- Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar S.Sos, MSi mengatakan Pemkab Asahan bersama Forkopimda siap menindak lanjuti seluruh arahan Pemerintah Pusat dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya kejadian yang tidak diingin dalam perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru (Nataru) 2026 di Asahan.
Kesiapan itu disampaikannya usai Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) antisipasi menghadapi Nataru bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia, Muhammad Tito Karnavian yang digelar lewat jaringan virtual di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Senin (01/12/2025).
“Kami siap menjalankan seluruh instruksi pusat dan memastikan situasi Kabupaten Asahan tetap kondusif.” ujar Taufik Zainal Abidin Siregar S.Sos, MSi usai Rakornas yang juga diikuti Wakil Bupati Rianto SH MAP, Ketua DPRD, Kepala Kejaksaan Negeri, Kapolres, Dandim, Kepala OPD, Kepala Kantor Kementerian Agama Asahan, serta Bulog Cabang Asahan itu.
Menurutnya, Pemkab Asahan bersama Forkopimda siap menindaklanjuti seluruh arahan yang disampaikan pemerintah pusat terkait antisipasi kemungkinan terjadinya peristiwa yang tidak diinginkan dalam perayaan kedua hari besar nasional itu.
Langkah tersebut akan dilakukan dengan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, kesiapsiagaan terhadap potensi bencana, serta penguatan pengawasan lapangan demi memastikan keamanan, kelancaran, dan kenyamanan masyarakat selama perayaan Nataru.
Sebelumnya, Mendagri Muhammad Tito Karnavian dalam arahannya mengatakan, bahwa hari perayaan Nataru berpotensi memicu lonjakan aktivitas masyarakat. Lonjakan aktivitas itu akan terjadi di pusat perbelanjaan, hotel, restoran, destinasi wisata, serta moda transportasi darat, laut dan udara.
Mendagri menambahkan, peningkatan mobilitas tersebut dapat berdampak pada stabilitas harga pangan, ketersediaan logistik, keselamatan transportasi, kepadatan lalu lintas, hingga risiko banjir, tanah longsor, gelombang tinggi, dan cuaca ekstrem.
Untuk itu, pemerintah daerah diminta meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat koordinasi lintas sektor agar seluruh aspek kesiapsiagaan berjalan optimal.












