Sumatera Utara

Tim DVI Polda Sumut Identifikasi 290 Korban, Operasi Berlanjut hingga Akhir Masa Tanggap Darurat

255
×

Tim DVI Polda Sumut Identifikasi 290 Korban, Operasi Berlanjut hingga Akhir Masa Tanggap Darurat

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, – Operasi Disaster Victim Identification (DVI) dalam penanganan bencana di Sumatera Utara terus berlangsung. Kepala Rumah Sakit Bhayangkara TK II Medan, Kombes Pol dr. Taufik Ismail, Sp.OG., MARS, menyatakan tim identifikasi telah bekerja di seluruh kabupaten/kota dengan total 30 personel, terdiri dari 10 personel DVI Mabes Polri dan 20 personel DVI Polda Sumut.

Dalam keterangan pers di RS Bhayangkara Medan, Rabu (3/12/2025), Taufik menyebut hingga Selasa (2/12), sebanyak 290 korban berhasil diidentifikasi. Proses identifikasi pada fase awal dilakukan menggunakan data sekunder seperti ciri fisik, sidik jari, dan properti yang melekat pada jenazah.

Menurut Taufik, pekerjaan tim akan semakin menantang dalam sepekan ke depan karena masih terdapat 122 korban yang belum ditemukan dan diperkirakan mulai mengalami pembusukan.

Untuk itu, tim menyiapkan prosedur identifikasi menggunakan data primer berupa sampel DNA.

Jika terdapat jenazah yang belum dapat diidentifikasi, pemakaman akan dilakukan dengan penandaan khusus agar dapat dicocokkan kembali jika kelak ada kecocokan DNA. Seluruh jenazah yang sudah teridentifikasi telah diserahkan kepada keluarga.

Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi wilayah dengan jumlah korban tertinggi, yaitu 86 orang meninggal dan 104 orang hilang. Disusul Tapanuli Selatan dengan 84 orang meninggal dan 4 hilang, serta Kota Sibolga dengan 47 orang meninggal dan 9 hilang.

Korban lain tersebar di Tapanuli Utara, Medan, Langkat, Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat, Nias Selatan, Padang Sidempuan, dan Binjai.

Penanganan korban luka dilakukan di rumah sakit setempat, termasuk RS Bhayangkara Batangtoru. Pasien yang membutuhkan rujukan akan dibawa ke Medan.

Taufik memastikan persediaan obat dari Mabes Polri telah didistribusikan ke daerah terdampak, terutama Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Sibolga.

Ia menambahkan, sejauh ini belum ada kendala signifikan, namun minggu depan diperkirakan menjadi fase paling krusial karena kondisi jenazah yang mulai rusak sehingga mengharuskan penggunaan metode DNA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *