Selain itu, Mahyaruddin juga menyampaikan kebijakan terkait pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Untuk tahun 2026, pengelolaan PAD khususnya retribusi sampah yang selama ini dikelola Perumda Tirta Kualo akan dialihkan kepada Dinas Lingkungan Hidup.
“Saya tidak ingin ada tumpang tindih kebijakan lagi agar pengelolaan menjadi lebih baik,” ujarnya.
Khusus kepada Direktur Perumda Tirta Kualo yang baru, Wali Kota menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan air bersih. Ia meminta agar pelayanan lebih merata, efisiensi operasional ditingkatkan, kebocoran air ditekan, serta digitalisasi layanan diperkuat.
“Dengan demikian, persoalan pengelolaan air minum yang selama ini dihadapi dapat diatasi secara bertahap, sehingga Perumda Tirta Kualo benar-benar menjadi penyedia layanan air yang andal dan bermanfaat bagi masyarakat Kota Tanjungbalai,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, Wali Kota Mahyaruddin Salim berpesan agar jajaran manajemen Perumda Tirta Kualo mampu menjaga hubungan kerja yang harmonis dengan seluruh pegawai.
“Rangkul semua pegawai tanpa membedakan kelompok tertentu. Bangun kerja sama yang solid dan profesional demi peningkatan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.(ilham)












