Kota Medan

3.000 Personel 21 Kecamatan Gelar Gotong Royong Raya di Medan Helvetia

232
×

3.000 Personel 21 Kecamatan Gelar Gotong Royong Raya di Medan Helvetia

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN — Sebanyak 3.000 personel dari 21 kecamatan se-Kota Medan menggelar Gotong Royong Raya secara serentak di berbagai titik di Kecamatan Medan Helvetia, Sabtu (27/12/2025).

Kegiatan ini menjadi kali pertama gotong royong lintas kecamatan dilaksanakan secara terpadu di Kota Medan.

Gotong Royong Raya dipusatkan di Medan Helvetia karena wilayah tersebut terdampak banjir cukup parah, terutama di Kelurahan Tanjung Gusta dan Kelurahan Cinta Damai.

Seluruh personel dikerahkan untuk membantu penanganan lingkungan pascabanjir.

Sebelum kegiatan dimulai, seluruh peserta mengikuti apel di Lapangan Sepak Bola Balai Desa, Kelurahan Helvetia, yang dipimpin Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas. Dalam arahannya, Rico menegaskan bahwa kegiatan ini berbeda dari gotong royong pada umumnya.

“Ini bukan gotong royong massal, tetapi Gotong Royong Raya. Untuk pertama kalinya di Kota Medan, 21 kecamatan berkumpul dan bekerja bersama untuk satu kecamatan,” kata Rico.

Ia menyebut kegiatan tersebut sebagai wujud semangat Medan untuk Semua tanpa ego sektoral dan batas kewilayahan. Menurutnya, kehadiran pemerintah harus dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama dalam kondisi pascabencana.

Usai apel, para personel langsung bergerak ke lokasi yang telah ditentukan.

Kegiatan difokuskan pada pembersihan drainase yang mengalami sedimentasi, pengangkatan sampah dan rumput liar di permukiman warga, serta penataan lingkungan agar lebih bersih dan aman.

Sebelum meninjau lapangan, Rico Waas menyempatkan diri menyapa warga di Kelurahan Tanjung Gusta. Ia kemudian memantau pelaksanaan gotong royong dengan mengendarai sepeda motor ke sejumlah titik di Medan Helvetia.

Rico juga mengingatkan agar petugas melibatkan masyarakat dalam kegiatan tersebut sehingga tercipta kerja bersama antara pemerintah dan warga.

Ia menilai Gotong Royong Raya dapat menjadi penyemangat bagi aparatur kecamatan hingga petugas lapangan, sekaligus menegaskan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat.(Anggi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *