TERITORIAL24.COM,Yerusalem – Sebanyak 358 pemukim dan aktivis Yahudi menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa pada Selasa pagi (13/5), dalam sebuah aksi provokatif yang dilindungi oleh aparat kepolisian Israel.
Aksi aktivis Yahudi ini kembali memicu ketegangan di kawasan suci Yerusalem Timur yang diduduki.
Menurut laporan Quds Press, para pemukim tersebut memasuki area Masjid Al-Aqsa melalui Gerbang Al-Magharibah dengan pengawalan ketat dari pasukan Israel.
Mereka melakukan ritual Talmud dan ibadah Alkitab di dalam kompleks, sebelum meninggalkan lokasi sekitar siang hari.
Dokumentasi media Palestina menyebutkan bahwa dari 358 orang tersebut, terdapat 140 aktivis Kuil, 209 mahasiswa dari Institut Kuil, serta 9 anggota dari dinas intelijen Israel.
Penyerbuan ini merupakan bagian dari rangkaian serangan yang terus berlangsung selama sepekan terakhir, kecuali pada hari Jumat dan Sabtu.
Organisasi-organisasi pendukung pembangunan Kuil ketiga dikabarkan semakin agresif menjalankan agenda meyahudisasi Al-Aqsa, yang mereka klaim sebagai lokasi suci bagi Yahudi.
“Kelompok-kelompok ekstremis Yahudi terus mengintensifkan serangan ke Masjid Al-Aqsa dengan dukungan penuh dari pemerintah pendudukan Israel,” tulis Mina.news dalam laporannya.
Masjid Al-Aqsa, yang merupakan situs tersuci ketiga dalam Islam, kerap menjadi titik ketegangan antara warga Palestina dan otoritas pendudukan Israel.
Aksi-aksi penyerbuan oleh pemukim Yahudi dinilai sebagai pelanggaran terhadap status quo yang telah disepakati secara internasional.***












