Peristiwa

‎Iran Ancam Bertindak: Ragukan Komitmen Israel terhadap Gencatan Senjata Gaza ‎

389
×

‎Iran Ancam Bertindak: Ragukan Komitmen Israel terhadap Gencatan Senjata Gaza ‎

Sebarkan artikel ini
‎Setiap pelanggaran oleh Israel akan memicu respons “tegas dan terkoordinasi” dari pihak Teheran(foto:The Guardian)

‎TERITORIAL24.COM, TEHERAN-Pemerintah Iran menyatakan keraguannya terhadap komitmen Israel dalam menjaga gencatan senjata yang tengah berlangsung di Jalur Gaza.

‎Pernyataan ini disampaikan di tengah ketegangan yang kembali meningkat, meski kesepakatan gencatan senjata sempat dicapai pada akhir Juni lalu.

‎Melansir dari The Guardian, para pejabat tinggi Iran mengungkapkan bahwa mereka memiliki “keraguan serius” terhadap kesungguhan Israel dalam menahan diri dan menghormati kesepakatan damai.

‎Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa setiap pelanggaran oleh Israel akan memicu respons “tegas dan terkoordinasi” dari pihak Teheran.

‎“Kami tidak melihat itikad baik dari pihak Israel. Gencatan senjata hanya akan bermakna jika semua pihak menaatinya. Jika tidak, kami siap mengambil tindakan lebih lanjut,” ujar pejabat tersebut.

‎Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengeluarkan peringatan keras dengan menyebut bahwa jika Israel kembali melakukan agresi di Gaza, maka Iran tidak akan ragu untuk memberikan respons yang “lebih keras dari sebelumnya”.

‎Peringatan tersebut menjadi sinyal bahwa eskalasi konflik masih mungkin terjadi sewaktu-waktu.

‎Gencatan senjata yang dimediasi oleh beberapa negara, termasuk Qatar dan Mesir, telah berlaku sejak 29 Juni 2025.

‎Namun, insiden bentrokan berskala kecil yang terus terjadi di wilayah perbatasan Gaza dan serangan udara sporadis dari pihak Israel menjadi sumber kekhawatiran akan rapuhnya kesepakatan tersebut.

‎Dampak Regional

‎Ketegangan ini juga berdampak pada kawasan lain di Timur Tengah.

‎Kelompok-kelompok yang bersekutu dengan Iran, seperti Hizbullah di Lebanon dan milisi Syiah di Irak, menyatakan kesiapan mereka untuk merespons bila situasi memburuk.

‎Masyarakat internasional terus menyerukan de-eskalasi dan ketaatan terhadap gencatan senjata, mengingat potensi konflik skala penuh yang dapat merambat ke kawasan lebih luas.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *