Kota Medan

Penculikan Siswa SD di Marelan, DPRD Medan Minta Sekolah Perketat Prosedur Antar Jemput

283
×

Penculikan Siswa SD di Marelan, DPRD Medan Minta Sekolah Perketat Prosedur Antar Jemput

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN — Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Hadi Suhendra, menyoroti kasus penculikan siswa kelas 2 SD di Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, yang terjadi pada Kamis, 31 Juli 2025.

Ia meminta seluruh sekolah di Kota Medan menjadikan insiden ini sebagai peringatan serius untuk meningkatkan keamanan, khususnya pada jam pulang sekolah.

“Kita sangat miris dengan peristiwa ini. Seorang siswa bisa diculik dari sekolahnya saat jam pulang. Ini harus menjadi pembelajaran bagi semua sekolah di Kota Medan,” ujar Hadi Suhendra, Jumat, 1 Agustus 2025.

Menurut politisi Fraksi Golkar tersebut, peristiwa ini telah menimbulkan kekhawatiran mendalam di kalangan orang tua.

Ia menegaskan bahwa sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat pendidikan dan pembentukan karakter, tetapi juga harus menjadi ruang yang aman dari berbagai bentuk kekerasan, termasuk penculikan.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Hadi mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Medan untuk segera mengeluarkan petunjuk teknis (juknis) terkait prosedur antar jemput siswa, guna mencegah insiden serupa terulang.

“Harus ada aturan yang jelas soal siapa yang boleh menjemput anak di sekolah. Jangan sampai ada lagi anak yang dibawa oleh orang yang tidak dikenal oleh siswa, orang tua, maupun pihak sekolah,” tegasnya.

Seperti diketahui, korban MDAN alias Zaki (8) diculik oleh dua orang perempuan saat jam pulang sekolah.

Para pelaku membawa korban dengan mobil dan kemudian mengirim surat ancaman ke rumah keluarga, menuntut uang tebusan Rp50 juta serta mengancam akan menjual organ tubuh anak tersebut.

Orang tua korban melaporkan kejadian itu ke Polres Pelabuhan Belawan. Tim gabungan dari Ditreskrimum Polda Sumut, Polres Pelabuhan Belawan, dan Polsek Medan Labuhan bergerak cepat dan berhasil menangkap tiga pelaku, yakni Julia Hasibuan (40), Nurhayati (52), dan Firda Hermayati (40). Salah satu pelaku, Julia, diketahui merupakan kerabat ibu korban.

Korban akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat di sebuah rumah warga di Kecamatan Medan Labuhan pada Jumat dini hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *