TERITORIAL24.COM, MEDAN – Suasana Lapangan Benteng Medan agak beda pada Rabu kemarin. Bukan karena ada konser dangdut atau pertandingan sepak bola, melainkan apel gelar pasukan dalam rangka HUT ke-80 TNI. Temanya serius: Patroli Gabungan Simpatik untuk Indonesia Damai.
Acara ini dihadiri pejabat kelas berat. Dari Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution, Pangdam I/BB Mayjen TNI Rio Febrianto, Kapolda Sumut Irjen Whisnu Hermawan, sampai Ketua DPRD Sumut dan Medan.
Bahkan Wali Kota Binjai dan Wakil Bupati Deliserdang juga nimbrung. Lengkap sudah Forkopimda di situ.
Pangdam Rio Febrianto bilang apel ini bukan sekadar pamer pasukan. Katanya, ini juga simbol sinergi TNI-Polri plus cara memperkuat hubungan mereka dengan rakyat. Maklum, masih ada sisa-sisa potensi kerawanan pasca beberapa aksi unjuk rasa.
“Apel ini bukan hanya simbol kekuatan, tapi juga refleksi semangat HUT ke-80 TNI untuk memperkuat profesionalisme dan kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujar Rio dengan nada penuh semangat, Rabu 10 September 2025.
Nah, yang bikin acara ini tambah “simpatik” sesuai namanya adalah adanya misi sosial. Sebanyak 28 ton beras disiapkan untuk dibagi door to door. Bukan cuma ke warga, tapi juga ke juru parkir, driver ojol, dan siapa pun yang dianggap butuh. Total ada 485 personel gabungan TNI-Polri-Satpol PP yang ikut patroli sekaligus jadi kurir sembako kilat.
Usai melepas pasukan, Wali Kota Medan Rico Waas kasih apresiasi. Menurutnya, patroli gabungan plus bagi-bagi beras ini bikin warga merasa aman sekaligus kenyang.
Singkatnya, apel ini tak hanya soal derap langkah barisan berseragam, tapi juga derap langkah menuju dapur warga. TNI-Polri jaga kota, beras jaga isi perut.(Akbar)












