TERITORIAL24.COM, Tanjungbalai- Dalam rangka penyusunan dokumen perencanaan jangka menengah, Dinas Pendidikan Kota Tanjungbalai melaksanakan kegiatan forum perangkat daerah/forum pemangku kepentingan dalam rangka Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) dinas pendidikan Tahun 2025–2029.
Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Dinas Pendidikan Jalan Gaharu, Kamis (18/9/2025) dan dibuka Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim
Dalam sambutannya, Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim menegaskan pentingnya sinergi antar perangkat daerah dalam menyusun Renstra yang selaras dengan arah kebijakan pembangunan daerah lima tahun ke depan.
“Renstra bukan hanya dokumen formal, tetapi peta jalan strategis bagi setiap perangkat daerah untuk menjawab kebutuhan dan tantangan pembangunan. Forum ini menjadi ruang untuk menyelaraskan visi, program, dan indikator kinerja agar tepat sasaran,” ujar Wali Kota
Wali Kota juga mengungkapkan bahwa Pertemuan ini menjadi momentum yang sangat penting dan sangat strategis sebagai media bagi penyampaian masukan dan saran tentang mau dibawa kemana arah dan tujuan pendidikan Kota Tanjungbalai ke depan.
“Karena kita ketahui bersama bahwa pendidikan merupakan urusan fundamental yang sangat mendasar sebagai investasi jangka panjang,” katanya.
Melalui partisipasi aktif dalam forum ini, Saya berharap Dinas Pendidikan berkomitmen untuk menyusun Renstra yang lebih responsif, terukur, dan berbasis data, guna mewujudkan sistem pendidikan yang lebih inklusif, berkualitas, dan berdaya saing di Kota Tanjungbalai, harapnya
“Beranjak dari persoalan masih banyak anak usia sekolah yang tidak bersekolah, bahwa kita kekurangan guru PNS dan PPPK, kesejahteraan guru masih yang masih kurang, sarana prasarana masih kurang mamadai, maraknya kasus bulying dan tidak kekerasan yang terjadi di sekolah, utamanya di kalangan pelajar SMA dan lain sebagainya. Maka rencana strategis dinas pendidikan harus dapat mengatasi persoalan persoalan tersebut,” tegasnya
Lanjut Mahyaruddin lagi, buat target target kinerja yang tepat sasaran seperti angka tidak sekolah harus dapat berkurang, kualifikasi dan kompetensi guru juga kesejaheraan guru, utamanya guru-guru honor harus dapat meningkat, sarana dan prasarana sekolah dalam kondis baik harus meningkat, kasus-kasus bulying, kekerasan dan tawuran di sekolah harus bisa berkurang dan dihilangkan dan lain sebagainya.












