TERITORIAL24.COM, JAKARTA – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terus memperkuat arah kepemimpinan dengan fokus pada Kader, Kaderisasi, dan Pelayanan Publik atau K2P2, Minggu(28/9/2025).
Presiden PKS Almuzzammil Yusuf menegaskan bahwa program tersebut menjadi visi utama kepengurusannya periode 2025–2030.
Langkah ini diyakini dapat menjaga soliditas internal partai sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, PKS menghadirkan Bidang Pelatihan dan Pengembangan Kepemimpinan.
Bidang ini diberi mandat untuk merancang model pelatihan terbaik dan strategi pengembangan kader.
Dengan demikian, setiap pengurus partai dapat memiliki kapasitas kepemimpinan yang terukur dan berdaya saing.
Muhammad Iqbal, Ketua Bidang Pelatihan dan Pengembangan Kepemimpinan PKS, menegaskan pentingnya pelatihan ini.
Menurutnya, kualitas sumber daya manusia sangat menentukan keberhasilan organisasi dalam jangka panjang.
“Kalau kompetensi para pengurus dan pejabat publik PKS bagus, akhirnya melahirkan citra yang bagus,” ujarnya.
Iqbal menjelaskan, pihaknya menyiapkan desain kurikulum, strategi, serta menghadirkan narasumber berpengalaman.
Pelatihan ini juga disusun agar sesuai dengan kebutuhan zaman dan tantangan politik ke depan.
Harapannya, setiap kader mampu tampil sebagai pemimpin yang berkualitas dan visioner.
Ia menambahkan, kepemimpinan tidak lahir secara instan, tetapi melalui proses, waktu, dan pengalaman.
Karena itu, pelatihan kepemimpinan menjadi investasi penting bagi masa depan PKS.
Dengan pendidikan yang terarah, kader akan lebih siap mengemban amanah publik.
Melalui program ini, PKS ingin melahirkan tokoh-tokoh baru yang tangguh dan berintegritas.
Kader yang dilatih diharapkan dapat tampil di berbagai level kepemimpinan, baik lokal maupun nasional.
Hal ini sekaligus menjadi bentuk komitmen partai dalam melayani umat dan bangsa.
Dengan fokus K2P2 dan penguatan kaderisasi, PKS optimistis mampu menjawab tantangan politik Indonesia.
Model pelatihan kepemimpinan ini akan menjadi pilar penting dalam perjalanan partai ke depan.












