Kota Medan

Fraksi Golkar Ingatkan Pemko Medan: Infrastruktur Jangan Cuma di PowerPoint

251
×

Fraksi Golkar Ingatkan Pemko Medan: Infrastruktur Jangan Cuma di PowerPoint

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN — Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Medan menegaskan bahwa Perubahan APBD 2025 sebaiknya jangan dihabiskan untuk program yang manis di atas kertas tapi seret di lapangan.

Lewat juru bicaranya, Modesta Marpaung, Golkar minta agar fokus diarahkan pada infrastruktur dasar yang langsung menyentuh warga.

“Pembangunan jalan lingkungan, perbaikan drainase, penyediaan fasilitas publik — itu yang paling dirasakan masyarakat. Jangan sampai dana belanja modal lari ke program yang ujung-ujungnya warga nggak tahu manfaatnya apa,” kata Modesta dalam rapat paripurna, Senin (29/9/2025).

Golkar juga menyoroti tumpang tindih program antar-OPD. Menurut mereka, kadang antar instansi malah rebutan bikin kegiatan mirip-mirip, yang akhirnya bikin anggaran boros.

“Kalau bisa, sinkronisasi lebih kuat biar uang daerah tidak habis untuk lomba bikin spanduk atau kegiatan copy-paste,” sindir Modesta.

Selain urusan drainase dan jalan, Fraksi Golkar juga mengingatkan pentingnya infrastruktur pendukung ekonomi.

Jalan yang mulus dan fasilitas publik yang layak dianggap bisa memperlancar perdagangan kecil sampai usaha menengah.

“Bukan cuma cor-cor jalan, tapi efeknya roda ekonomi warga harus ikut jalan,” tegasnya.

Masalah klasik lain: pengawasan anggaran. Golkar mengingatkan agar setiap rupiah yang sudah diketok jangan berhenti jadi wacana.

“Program itu harus turun ke masyarakat, bukan berhenti di slide presentasi,” ujar Modesta.

Golkar juga mendorong transparansi dan partisipasi masyarakat dalam penyusunan anggaran.

Menurut mereka, aspirasi warga sering kali baru muncul saat reses, tapi tidak nyambung dengan program yang dieksekusi Pemko.

Dengan catatan tersebut, Golkar berharap perubahan APBD 2025 bisa jadi instrumen nyata buat meningkatkan kualitas hidup warga Medan.

“Kalau serius, pembangunan ini bukan cuma soal beton dan aspal, tapi juga soal rasa adil dan manfaat yang warga bisa lihat dan rasakan,” tutup Modesta.(Anggi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *