Asahan - Tanjungbalai

Diimingi Kerja Di Proyek Tol Rankis, Puluhan Warga Asahan Dikutip Ratusan Ribu Hingga Jutaan Rupiah

1194
×

Diimingi Kerja Di Proyek Tol Rankis, Puluhan Warga Asahan Dikutip Ratusan Ribu Hingga Jutaan Rupiah

Sebarkan artikel ini
Suasana pekerja yang dijanjikan akan dipekerjakan di proyek pembangunan ruas jalan tol Rankis dalam pertemuan yang digelar di Taman Stadion Mutiara, Jalan Madong Lubis, Kisaran, Senin (13/10/2025) siang.(gan)

TERITORIAL24.COM, Asahan- Praktik dugaan penipuan dengan memanfaatkan Proyek Srategis Nasional (PSN) pembangunan jalan tol, kelihatannya cukup empuk bagi para pelakunya dalam meraup keuntungan.

Tindakan dengan modus lowongan kerja itu, kali ini menimpa puluhan warga Asahan. Dengan iming – iming akan dipekerjakan di proyek pembangunan ruas jalan tol Rantau Prapat – Kisaran (Rankis), puluhan warga tersebut masing – masing dikutip atau diminta menyetorkan dana senilai ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

“Proses rekruitmen kami untuk menjadi pekerja di proyek pembangunan ruas jalan tol Rankis itu, sudah sejak Januari 2025 lalu. Namun hingga saat ini, janji pekerjaan diproyek pembangunan ruas jalan tol itu belum jelas juga juntrungya. Padahal kami masing – masing sudah dimintai atau dikutip uang senilai ratusan ribu hingga jutaan rupiah.” ujar Erwansyah, salah seorang warga yang dijanjikan akan dipekerjakan di proyek tersebut kepada wartawan termasuk teritorial24.com, ketika berkumpul dengan puluhan orang teman – temannya sesama rekruitmen calon pekerja jalan tol Rankis di Taman Stadion Mutiara, Jalan Madong Lubis, Kisaran, Senin (13/10/2025) siang.

Menurut pria berusia 56 tahun warga Dusun IV, Desa Sei Kamah I, Kecamatan Sei Dadap, Asahan itu, proses rekruitmen mereka untuk menjadi pekerja di proyek pembangunan ruas jalan tol sepanjang 112 Kilo Meter itu, lewat seorang pria berinisial ZS warga, Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kota Kisaran Barat. Dalam proses rekruitmen itu, pria tersebut mengiming – imingi mereka berbagai jenis pekerjaan dan dengan upah atau gaji cukup lumayan.

Jenis pekerjaan itu di antaranya, menjadi sopir atau driver mobil pribadi, driver mobil dump truk, penjaga gudang, mandor dan pengawas serta pekerja konstruksi.

Untuk jenis pekerjaan itu, mereka dikutip atau dimintai dana yang disebut – sebut sebagai biaya adiministrasi dengan nilainya bervariasi antara 800 ribu rupiah hingga 4,5 juta rupiah atau sesuai jenis pekerjaan yang diinginkan.

Pria yang sehari – hari bekerja sebagai buruh harian lepas itu menambahkan, namun sangat disayangkan, apa yang menjadi harapan mereka yang diperoleh dari iming – iming pekerjaan itu, hingga kini belum jelas juga juntrungnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *