Deli Serdang - Serdang Bedagai

Pagar Merbau Art Festival 2025: Dari Tari, Budaya, hingga Harapan agar Anak Muda Tak Cuma Main HP

385
×

Pagar Merbau Art Festival 2025: Dari Tari, Budaya, hingga Harapan agar Anak Muda Tak Cuma Main HP

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, DELI SERDANG – Sabtu malam (25/10/2025), halaman Kantor Camat Pagar Merbau mendadak jadi lebih meriah dari biasanya.

Bukan karena dangdutan tujuh hari tujuh malam, tapi karena digelarnya Pagar Merbau Art Festival 2025, sebuah acara seni dan budaya yang digadang-gadang sebagai wujud nyata pelestarian budaya lokal—dan sedikit harapan agar generasi muda mau menari lagi, bukan cuma scroll TikTok.

Mengusung tema “Bergerak Bersama Melahirkan Generasi Budaya,” festival ini diresmikan oleh Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Deli Serdang, Drs Zainal Abidin Hutagalung MAP, yang hadir mewakili Wakil Bupati Lom Lom Suwondo.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa ukuran kemajuan daerah bukan cuma jalan mulus atau gedung tinggi, tapi juga seberapa kuat masyarakat menjaga nilai-nilai luhur budaya.

 

“Kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur atau pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat mampu mempertahankan karakter budaya dan nilai-nilai luhur warisan leluhur,” katanya, penuh semangat.

 

Pemerintah Kabupaten Deli Serdang sendiri, lewat program Evoria (Event, Festival, Olahraga, Seni, Budaya, dan Keagamaan), terus berupaya membuka ruang bagi anak muda untuk mengekspresikan kreativitasnya—syukur-syukur lewat tari atau teater, bukan cuma lewat lip sync dan filter Instagram.

Festival ini diharapkan tak berhenti jadi agenda seremonial, tapi juga ruang pembinaan dan pertukaran ide bagi pelaku seni lokal.

 “Semoga dari Pagar Merbau, semangat seni dan budaya terus bergaung ke seluruh penjuru Deli Serdang,” lanjut Zainal, berharap generasi muda makin kreatif dan bangga dengan budaya sendiri.

Dukungan juga datang dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah II Sumatera Utara. Perwakilannya, Windra, memberi apresiasi atas kerja keras semua pihak.

Ia juga menyebut bahwa Lembaga Kesenian Bunga Tanjung termasuk penerima Dana Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan Tahun 2025, sebagai implementasi dari UU No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *