“Kegiatan seperti ini jangan berhenti di sini. Pemajuan kebudayaan bukan cuma jadi tontonan, tapi juga tuntunan,” ujar Windra, kalimat yang terdengar seperti pepatah tapi juga sindiran halus untuk kita semua.
Intinya, malam itu Pagar Merbau bukan cuma berpesta seni. Ia sedang belajar mengenang masa lalu—sambil menyiapkan masa depan, agar anak muda Deli Serdang tetap bisa menari dengan langkah sendiri, bukan cuma jempol di layar.(Akbar)












