Kota Medan

Disnaker dan Rutan Medan Sepakat Bikin Warga Binaan Jadi Lebih Terampil, Bukan Cuma Terbina

354
×

Disnaker dan Rutan Medan Sepakat Bikin Warga Binaan Jadi Lebih Terampil, Bukan Cuma Terbina

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN – Hidup di balik jeruji besi ternyata tak selalu soal menyesali masa lalu. Di Rutan Kelas I Medan, para warga binaan kini punya peluang baru: belajar potong rambut, bikin roti, dan produksi tempe.

Semua itu berkat kerja sama antara Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Medan dan pihak Rutan, yang resmi diteken Selasa (11/11/2025).

Acara penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) ini dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdako Medan, Citra Effendi Capah, yang mewakili Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, bersama beberapa pejabat lain dari Kanwil Kemenkumham Sumut dan Rutan Kelas I Medan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Medan menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar formalitas. Ia ingin Rutan dipandang sebagai tempat transformasi diri, bukan tempat “parkir kesalahan”.

 

“Melalui kerja sama ini, Pemko Medan berkomitmen menghadirkan pelatihan, pendampingan, serta penguatan kompetensi agar warga binaan dapat mandiri dan produktif setelah bebas,” kata Wali Kota dalam sambutan yang dibacakan Citra Effendi Capah.

 

Kepala Rutan Kelas I Medan, Andi Surya, menambahkan bahwa ada tiga program pelatihan bersertifikat yang akan dijalankan: barbershop, produksi roti, dan produksi tempe. Sebanyak 48 warga binaan yang berdomisili di Medan bakal jadi peserta angkatan pertama.

 

“Kami ingin keterampilan warga binaan bisa diakui secara formal. Selama ini mereka sudah dilatih bikin sandal, tas, mebel, bahkan budidaya ikan, tapi belum bersertifikat,” ujar Andi Surya.

 

Sebagai informasi, Rutan Kelas I Medan saat ini menampung sekitar 3.290 warga binaan, dan dua pertiganya merupakan warga Kota Medan.

Kalau program ini berjalan lancar, bukan tidak mungkin ke depan para napi bisa buka barbershop sendiri, jual roti hangat, atau bahkan jadi juragan tempe setelah bebas nanti.

Kerja sama ini juga sejalan dengan visi Pemko Medan menuju kota yang “maju, inklusif, dan berkelanjutan”.

Singkatnya, Medan ingin memastikan tak ada yang tertinggal—bahkan yang sementara tertahan pun ikut dilibatkan.(Akbar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *