Asahan - Tanjungbalai

Nasib Buruh PT Lonsum Gunung Melayu 25 Tahun Pengabdian “Rontok” Dihantam 5 Kg Brondolan

650
×

Nasib Buruh PT Lonsum Gunung Melayu 25 Tahun Pengabdian “Rontok” Dihantam 5 Kg Brondolan

Sebarkan artikel ini
Kondisi Parmuji, buruh korban dugaan pemecatan sepihak PT Lonsum Kebun Gunung Melayu.(gan).

TERITORIAL24.COM, Asahan- Parmuji, seorang buruh PT London Sumatera (Lonsum) Kebun Gunung Melayu, Kecamatan Rahuning, terpaksa mengalami nasib yang cukup menyakitkan.

Pria berusia 50 tahun warga Pondok Karyawan PT Lonsum, Desa Aek Nagaga, Kecamatan Rahuning itu jadi korban dugaan praktik pemecatan sepihak oleh pihak perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut.

“Rontok” atau hancurnya hubungan pria yang sudah kurang lebih 25 tahun mengabdi dengan perusahaan perkebunan tersebut dihantam kasus dugaan pencurian 5 kilo gram brondolan buah kelapa sawit.

Dirinya tertangkap tangan Asisten Kepala (Askep) membawa brondolan yang dikutipnya dari areal tanaman baru yang selama ini merupakan ancak tempatnya bekerja sebagai buruh penjaga hewan ternak.

“Saya tidak menyangka, kalau perbuatan itu mengakibatkan kejadian fatal bagi saya,” ujar Parmuji memaparkan peristiwa yang dialaminya kepada wartawan termasuk teritorial24.com yang menemuinya di kediamannya, Senin (01/12/2025).

Menurut pria yang sebelumnya bertugas sebagai buruh panen itu, peristiwa cukup menyakitkan dialaminya tersebut terjadi akhir bulan November 2025 lalu.

Kejadian tersebut bermula saat dirinya melaksanakan perkerjaan menjaga lokasi tanaman pohon kelapa sawit yang diperkiran berusia kurang lebih 3,5 tahun itu dari serangan hewan ternak lembu.

Ketika berkeliling untuk memastikan areal tersebut tidak dimasuki hewan ternak. Tanpa sengaja Parmuji menemukan brondolan buah kelapa sawit berserakan di bawah sebatang pohon dalam areal tersebut.

Melihat itu dirinya langsung berinisiatif mengutipnya dengan pemikiran brondolan tersebut tidak akan diambil atau tidak berguna bagi perusahaan.

Pemikiran atau pengetahuan itu sesuai pengalaman yang dimiliki selama bekerja sebagai buruh perkebunan tersebut. Secara umum perusahaan perkebunan kelapa sawit tidak akan mengambil buah pertama dari tanaman atau pohon yang baru berbuah.

“Setahu saya, seluruh perusahan perkebunan kelapa sawit tidak pernah mengambil atau mengutip buah pertama hasil produksi dari tanaman baru. Secara umum buah tersebut dibuang, karena nilai kandungan minyaknya masih rendah atau tidak ada,” cetus Parmuji mengungkapkan dasar dan alasannya berani mengutip brondolan buah kelapa sawit itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *