Asahan - Tanjungbalai

703 Warga Terdampak Banjir Di Kisaran Timur Dapat Bantuan Beras Dari Badan Pangan Nasional

141
×

703 Warga Terdampak Banjir Di Kisaran Timur Dapat Bantuan Beras Dari Badan Pangan Nasional

Sebarkan artikel ini
Suasana penyerahan bantuan beras dai Badan Pangan Nasional kepada warga terdampak banjir di empat Kelurahan di Kecamatan Kisara Timur oleh Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar S.Sos, MSi dalam acara yang digelar di Kantor Lurah Selawan, Selasa (09/12/2025).(gan).

TERITORIAL24.COM, Asahan- Sebanyak 703 jiwa warga terdampak banjir di empat Kelurahan di Kecamatan Kisaran Timur mendapat bantuan pangan dari Badan Pangan Nasional.

Penyerahan secara simbolis bantuan pangan berupa beras sebanyak 3,5 kilo gram per jiwa itu dilakukan Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar S.Sos, MSi dalam acara yang digelar di Kantor Lurah Selawan, Selasa (09/12/2025).

Beras untuk warga terdampak banjir dari Badan Pangan Nasional itu didistribusikan lewat Perum Bulog Cabang Asahan. Acara penyerahan bantuan itu juga dihadiri Dandim 0208 Asahan, Kepala BPBD , Kepala Bulog, Kapolsek Kota Kisaran, Camat Kisaran Timur dan Lurah.

Camat Kisaran Timur A Saiful P Pasaribu S.AP, MM dalam laporannya mengatakan, 703 jiwa warga terdampak banjir di empat Kelurahan itu masing–masing, Kelurahan Si Umbut Umbut, 300 jiwa, Keluarahan Umbut-Umbut Baru, 150 jiwa, Kelurahan Mutiara, 150 jiwa dan Kelurahan Selawan, 103 jiwa.

Total beras yang diberikan sebanyak 2.463 kilo gram atau 246 sak dengan alokasi 3,5 kg per jiwa untuk masa penanganan 14 hari.

Saiful menambahkan, mengucapkan terima kasih atas perhatian pemerintah terhadap korban bencana yang terjadi diwilayahnya.

Selain itu juga mengharapkan kepada masyarakat terdampak banjir agar meningkatan kesadaran dalam menjaga kebersihan serta kelancaran saluran air dan kebersihan lingkungan.

Sementara, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar S.Sos, MSi dalam sambutannya dikesempatan tersebut mengungkapkan penyebab banjir di empat Kelurahan di Kecamatan Kisaran Timur itu.

Menurutnya, banjir tersebut disebabkan terjadinya penyempitan serta pendangkalan jaringan drainase. Kondisi tersebut mengakibatkan genangan air dampak tingginya curan hujan menjadi tidak tertampung dan meluap kepermukiman warga.

Mengatasi kondisi tersebut, Bupati Asahan mengajak warga untik memperkuat budaya gotong royong membersihkan selokan secara berkala dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Karena keberhasilan pengendalian banjir bukan hanya berada di tangan pemerintah, juga bergantung pada partisipasi warga. (gan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *