TERITORIAL24.COM, MEDAN – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre I Sumatera Utara turut mengambil peran dalam menjaga denyut nadi perekonomian dan mobilisasi masyarakat di Sumatera Utara.
Di tengah upaya pemulihan pasca-banjir bandang yang melanda wilayah Sibolga dan Tapanuli pada akhir November 2025 lalu, KAI secara masif meningkatkan volume angkutan BBM untuk memastikan rantai distribusi energi tidak terputus, sekaligus menjamin kenyamanan masyarakat yang tengah menikmati masa libur Tahun Baru di berbagai destinasi wisata unggulan.
Plt. Manager Humas Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menjelaskan bahwa langkah strategis ini diambil sebagai bentuk nyata dukungan KAI terhadap percepatan normalisasi di daerah terdampak bencana.
“Melalui koordinasi intensif bersama kewilayahan dan PT Pertamina, KAI menambah kekuatan armada dari yang sebelumnya rata-rata membawa 21 gerbong ketel setiap harinya, kini melonjak signifikan menjadi 30 gerbong ketel per hari menuju Stasiun Siantar,” kata Anwar.
Lonjakan pengiriman ini membawa dampak besar bagi ketersediaan bahan bakar di lapangan. Dari Stasiun Labuan di Kota Medan, setiap harinya dialirkan setidaknya 1.020 kilo liter BBM jenis Pertamax, Pertalite, dan Bio Solar menuju Siantar.
Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan volume sebesar 43 persen dibandingkan periode normal yang hanya berada di kisaran 714 kilo liter perhari.
“Penambahan suplai ini menjadi krusial karena Depo Pertamina di Siantar merupakan jantung pasokan bagi wilayah Sibolga, Tapanuli, hingga Samosir, terutama untuk mendukung operasional kendaraan pengangkut bantuan kemanusiaan,” tambahnya
Komitmen KAI dalam mengawal distribusi energi ini juga menjadi kabar baik bagi para pelancong. Dengan stok BBM yang stabil di wilayah Siantar, masyarakat yang ingin merayakan pergantian tahun di kawasan Danau Toba dapat melakukan perjalanan dengan tenang tanpa khawatir akan kelangkaan bahan bakar.
Tak hanya menyasar wilayah pegunungan, KAI Divre I Sumut juga memastikan keandalan distribusi ke arah pesisir melalui pengoperasian KA angkutan BBM menuju Stasiun Kisaran guna melayani kebutuhan energi masyarakat di Kabupaten Asahan, Kabupaten Batu Bara, hingga Kota Tanjungbalai.












